Polri Buru Bos dan Perekrut Utama Sindikat Judi Online Hayam Wuruk
Polri Buru Bos dan Perekrut Utama Judi Online Hayam Wuruk

Polri Kejar Pengendali Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk

Tim Bareskrim Polri terus memburu aktor utama serta pihak perekrut di balik operasional markas judi online internasional yang digerebek di perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa penyidik telah mengantongi data sponsor yang diduga mendatangkan 321 warga negara asing (WNA) yang menjadi operator judi online tersebut.

Sponsor dan Pengendali Utama Masih Diburu

“Terkait dengan sponsor, sampai saat ini sudah kita mendapatkan datanya, hanya nanti tinggal kita pengembangan untuk proses berikutnya,” ujar Wira dalam konferensi pers di lokasi, Sabtu (9/5/2026). Ia menambahkan bahwa polisi masih fokus mendalami peran para pelaku yang telah diamankan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pengendali utama di atas para operator. “Bahwa sampai sekarang ini kita masih fokus untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para pelaku yang sementara ini kami tangkap. Namun tetap kita berkomitmen untuk melakukan pengembangan sampai dengan ke atasnya,” jelas Wira.

Koordinator di Setiap Divisi

Sejauh ini, penyidik baru menemukan pihak yang berperan sebagai koordinator di masing-masing divisi pekerjaan judi online yang dijalankan oleh ratusan WNA tersebut. “Yang sekarang ini ada hanya taraf sebagai koordinator daripada masing-masing jenis pekerjaan yang mereka atau peran daripada mereka para pelaku ini,” terang Wira. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada aktor yang lebih tinggi yang belum tertangkap.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ratusan WNA Diamankan

Dalam penggerebekan, polisi mengamankan 321 WNA yang diduga menjalankan aktivitas judi online. Dari total tersebut, 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari 57 warga negara China, 228 warga negara Vietnam, 11 warga negara Laos, 13 warga negara Myanmar, tiga warga negara Malaysia, lima warga negara Thailand, dan tiga warga negara Kamboja. Wira menyebut bahwa sebagian besar pelaku telah mengetahui tujuan kedatangan mereka ke Indonesia, yaitu untuk bekerja sebagai operator judi online. “Namun sebagian besar mereka memang sudah tahu kalau ke sini tujuannya untuk bekerja di judi online,” jelas Wira.

Pengembangan Kasus Terus Berlanjut

Polisi berkomitmen untuk terus mengembangkan kasus ini hingga ke level atas. Dengan data sponsor yang sudah diperoleh, diharapkan aktor utama dan perekrut segera tertangkap. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan jaringan internasional dan jumlah WNA yang besar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga