Korban Deepfake Vulgar Mahasiswa Untan Diduga Lebih dari Satu Orang
Korban Deepfake Vulgar di Kalbar Diduga Lebih dari Satu

Kasus deepfake vulgar yang dilakukan oleh RY, mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, diduga menimbulkan lebih dari satu korban. Hal ini terungkap setelah ponsel pelaku dipinjam oleh temannya dan ditemukan banyak foto vulgar hasil editan AI.

Kronologi Terungkapnya Kasus

Peristiwa ini bermula saat RY dan teman-temannya melaksanakan praktikum kuliah pekan lalu. Salah satu teman RY meminjam ponselnya untuk mendokumentasikan kegiatan praktikum. Setelah selesai memotret, teman RY membuka galeri untuk memeriksa hasil jepretan. Namun, ia justru menemukan banyak foto perempuan yang dikenalnya tersimpan di dalam ponsel tersebut.

"Pas buka galeri, temannya heran kok banyak muka orang yang dia kenal. Pas dicek ternyata banyak sekali foto-foto tidak senonoh yang sudah diedit pelaku," ujar salah satu korban, S, kepada detikKalimantan, Kamis (14/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi Korban

S dan korban lainnya awalnya memilih diam sambil menunggu teman-teman RY mengumpulkan bukti. Ia mengaku marah dan psikisnya terganggu dengan kejadian tersebut. "Jadi pada saat itu, karena waktu itu saya juga lagi capek banget, banyak kegiatan dan lain-lain, saya mau marah juga nggak bisa, mau nangis juga kayak sudah capek, jadi saya brush it off lah masalah itu, berusaha buat melupakan. Karena kalau misalnya ingin dipikirkan lebih lama, dipikirkan lebih lanjut, itu hanya akan merusak mental saya sendiri," kata S.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah kampus Untan mengambil langkah tegas dengan memproses pelaku secara internal. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan memberikan efek jera bagi pelaku penyalahgunaan teknologi AI.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga