Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Muhammad Thohir Krui, Lampung. Dalam sambutannya, Prabowo menyambut baik kehadiran layanan kesehatan yang memadai di Kabupaten Pesisir Barat.
Pernyataan Presiden
"Saya menyambut baik dan dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan. Saya bisa hadir di sini dan saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat ini di Kota Krui sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai," ujar Prabowo saat peresmian di lokasi, Rabu (10/6/2026).
Presiden berkomitmen untuk melakukan modernisasi ratusan rumah sakit di Indonesia. Ia berpesan kepada pengelola dan masyarakat agar rumah sakit dijaga dengan pengelolaan yang transparan.
Pesan Presiden
"Saya berpesan agar rumah sakit ini dikelola dengan baik, dijaga kebersihannya, dilaksanakan manajemen yang profesional dan transparan dan berorientasi kepada masyarakat. Masyarakat harus merasakan manfaat dari kehadiran rumah sakit ini," tegasnya.
Detail Pembangunan
RSUD KH. Muhammad Thohir Krui dibangun di bawah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win untuk memperkuat layanan rujukan nasional, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Rumah sakit ini ditingkatkan dari tipe D menjadi tipe C, serta menjadi salah satu dari 66 lokus nasional program PHTC sekaligus satu-satunya lokus di Lampung.
Pembangunannya menggunakan sumber anggaran APBN TA 2025 dengan nilai kontrak akhir sebesar Rp 152.987.260.000. Proyek ini selesai pada Desember 2025 di atas lahan seluas 48.000 m².
Kapasitas dan Fasilitas
Kapasitas tempat tidur rawat inap ditingkatkan menjadi 101 unit dari sebelumnya hanya 59 unit. Rumah sakit akan dilengkapi alat kesehatan modern seperti CT scan 64 slice, mammography, ventilator, cathlab, serta echocardiography.
Dampak Ekonomi dan Akses
Kehadiran RS tipe C baru ini diproyeksikan dapat menyerap 300 hingga 500 tenaga kerja lokal. RS ini menjadi satu-satunya fasilitas rujukan tingkat lanjut di Kabupaten Pesisir Barat, di mana jarak tempuh ke RSUD tipe B terdekat mencapai lebih dari 3 jam.
Dengan adanya rumah sakit ini, masyarakat Pesisir Barat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan. Modernisasi rumah sakit terus menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan akses kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.



