Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mengungkap penyebab di balik insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026, tersebut mengakibatkan 115 siswa mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami gejala keracunan.
Korban Tidak Hanya Siswa
Selain para siswa, sebanyak 41 orang tua dan anggota keluarga lainnya juga turut menjadi korban. Mereka mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi sisa makanan yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kontaminasi tidak hanya terjadi pada porsi yang disajikan di sekolah, tetapi juga pada seluruh pasokan makanan yang didistribusikan.
Hasil Uji Laboratorium
Hasil uji laboratorium yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026, mengonfirmasi adanya kandungan zat kimia berbahaya serta bakteri dalam menu makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini menjadi dasar bagi BGN untuk mengambil langkah penanganan lebih lanjut. Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi untuk mengetahui sumber pasti kontaminasi tersebut.
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dalam program pemerintah yang menyasar anak-anak. BGN berkomitmen untuk meningkatkan standar keamanan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan MBG di seluruh Indonesia.



