Panas Ekstrem di Jakarta, Pemprov DKI Ingatkan Bahaya Dehidrasi hingga Heatstroke
Panas Ekstrem Jakarta, Waspada Dehidrasi hingga Heatstroke

Panas Terik Melanda Jakarta, Pemprov DKI Ingatkan Bahaya Dehidrasi hingga Heatstroke

Tim News
Diterbitkan: 16 Maret 2026, 07:10 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk mewaspadai cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah ibu kota dalam beberapa hari terakhir. Imbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak kesehatan serius akibat paparan suhu tinggi, seperti dehidrasi, kelelahan, hingga sengatan panas atau heatstroke.

Kelompok Rentan Perlu Perhatian Khusus

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca cukup panas dalam satu hingga tiga hari ke depan. "Jadi, memang perkiraan BMKG, pada satu, dua, tiga hari ini cuaca cukup panas, termasuk hari ini," kata Pramono Anung kepada wartawan di Pure Segera Jakarta Utara, Minggu (15/3), seperti dilansir Antara.

Ia menekankan bahwa warga Jakarta tidak perlu khawatir berlebihan, asalkan melakukan persiapan antisipasi yang tepat, termasuk memanfaatkan fasilitas kesehatan milik Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Kelompok rentan yang berisiko tinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas meliputi pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).

Dampak Kesehatan yang Mengintai

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa cuaca panas dapat mempengaruhi kesehatan dalam berbagai cara. Paparan suhu tinggi dapat menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), dan bahkan sengatan panas (heatstroke) yang berpotensi fatal.

"Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan, dan bisa juga terjadi iritasi kulit," ucap Ani Ruspitawati. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala-gejala ini dan mengambil langkah pencegahan segera.

Langkah Antisipasi yang Disarankan

Untuk mengantisipasi dampak buruk cuaca panas, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan sejumlah rekomendasi praktis:

  • Mengonsumsi air putih secara cukup dan teratur untuk menjaga hidrasi tubuh.
  • Menghindari makanan dan minuman dengan kandungan garam tinggi, seperti kopi dan teh, yang dapat memperparah dehidrasi.
  • Menggunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.
  • Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada siang hari ketika suhu mencapai puncaknya.
  • Menggunakan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin di dalam ruangan untuk menjaga suhu tetap nyaman dan sejuk.

Langkah-langkah ini terutama penting bagi kelompok rentan, yang lebih sensitif terhadap perubahan cuaca ekstrem. Dengan kesiapan yang baik, masyarakat dapat mengurangi risiko kesehatan dan tetap produktif selama periode cuaca panas ini.