Fenomena heat dome memicu gelombang panas ekstrem di berbagai negara Eropa pekan ini. Suhu di sejumlah wilayah diperkirakan menembus 40 derajat Celsius, sementara kondisi panas baru diperkirakan mulai mereda pada Senin (29/6). Berbagai negara telah mengeluarkan peringatan cuaca dan langkah darurat untuk menghadapi dampak suhu tinggi, mulai dari penutupan sekolah hingga peningkatan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan gangguan kesehatan.
Inggris: Sekolah Tutup dan Peringatan Merah Langka
Puluhan sekolah di Inggris dan Wales mengumumkan akan pulang lebih awal pada Selasa (23/6) akibat gelombang panas ekstrem. Sejumlah sekolah bahkan akan ditutup selama dua hari atau lebih, sementara Badan Meteorologi Inggris (Met Office) mengeluarkan peringatan merah yang tergolong langka untuk Rabu (24/6) dan Kamis (25/6).
"Sebagian besar gedung sekolah kami tidak memiliki sistem pendingin yang memadai dan hanya memiliki sedikit area teduh di luar ruangan," kata salah satu sekolah di Buckinghamshire kepada AFP. Selain membahayakan kesehatan, suhu tinggi juga mengganggu proses belajar-mengajar. "Pada hari-hari terpanas, guru hampir tidak bisa mengajar, apalagi siswa belajar," ujar seorang guru di London kepada The Independent.
Kepala Ilmuwan Met Office, Stephen Belcher, mengatakan perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat gelombang panas seperti ini semakin sering dan semakin ekstrem. Dalam pidatonya pada London Climate Action Week, Selasa (23/6), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahaya panas ekstrem di perkotaan. Ia menyebut, "London bukan hanya sedang memanggil kita, tetapi juga sedang mendidih," dan menegaskan bahwa krisis iklim mendorong suhu semakin tinggi serta membawa dunia semakin dekat ke titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan bencana. Guterres juga mengaitkan krisis energi dengan krisis iklim, seraya menyatakan bahwa keduanya memiliki akar penyebab yang sama, yakni ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil.
Spanyol: Peringatan Merah di Sejumlah Kota
Sebagian besar wilayah Spanyol berada di bawah peringatan panas pada Selasa (23/6), dengan peringatan merah, tingkat tertinggi, diberlakukan di sejumlah kota seperti Córdoba dan Bilbao. Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET) memperingatkan adanya "bahaya luar biasa" di Kota Córdoba dan wilayah sekitarnya di bagian selatan negara itu. AEMET juga mengeluarkan peringatan serupa untuk beberapa wilayah di utara, kawasan yang biasanya jarang mengalami gelombang panas ekstrem.
Suhu hingga 40 derajat Celsius di tempat teduh diperkirakan terjadi di beberapa bagian Basque Country, sementara wilayah tetangganya, Cantabria, juga berada di bawah peringatan merah. "Kami mencatat suhu antara 5 hingga 10 derajat Celsius di atas normal untuk periode ini, dan di beberapa wilayah utara bahkan lebih dari 10 derajat di atas rata-rata," kata juru bicara AEMET sebelumnya. Gelombang panas di Spanyol dimulai pada Minggu (21/6) dan diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Kamis (25/6).
Prancis: 54 Departemen Siaga Merah, Puluhan Tewas Tenggelam
Badan Meteorologi Prancis menempatkan 54 departemen di seluruh negeri dalam status peringatan merah pada Selasa (23/6). Suhu maksimum pada siang hari diperkirakan akan melampaui 40 derajat Celsius di banyak kota hingga akhir pekan ini. "Sinar matahari terus mendominasi di seluruh Prancis, mempertahankan kondisi panas yang menyesakkan dan melelahkan di seluruh wilayah," kata Meteo France. Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa rekor suhu baru diperkirakan akan tercipta, bahkan beberapa di antaranya berpotensi melampaui rekor tertinggi yang pernah tercatat, tanpa memandang musim.
Gelombang panas di Prancis datang jauh lebih awal dari biasanya pada musim panas tahun ini. Kondisi tersebut bahkan mulai dibandingkan dengan gelombang panas Agustus 2003, yang diperkirakan menyebabkan sekitar 15.000 kematian, sebagian besar di antaranya merupakan lansia yang tinggal di apartemen dan panti jompo di negara yang saat itu belum memiliki penggunaan pendingin udara secara luas. Perdana Menteri Sebastien Lecornu dijadwalkan memimpin rapat krisis bersama para menteri kabinet pada Selasa (23/6) untuk membahas dampak gelombang panas yang melanda negara tersebut.
Beberapa hari terakhir, puluhan orang tewas tenggelam di Prancis saat mereka berusaha menghindari sengatan suhu udara yang panas. Berbicara usai rapat kabinet krisis pada Selasa pagi, Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan sekitar 40 kematian telah tercatat sejak Kamis lalu. Sementara itu, Menteri Olahraga Marina Ferrari mengatakan banyak kasus tenggelam terjadi khususnya selama akhir pekan. "Ada sekitar 20 kematian sejak akhir pekan lalu," ujar Ferrari kepada radio France Inter pada hari Selasa. "Berenang di area yang tidak diizinkan saat gelombang panas melanda bukanlah hal yang bisa dianggap sepele." Jerman juga mencatat sejumlah kasus kematian akibat tenggelam selama akhir pekan.
Italia: 15 Kota dalam Peringatan Merah Level 3
Kementerian Kesehatan Italia mengeluarkan peringatan gelombang panas tingkat tertinggi untuk 15 kota pada Selasa (23/6). Kota-kota seperti Roma, Milan, Turin, dan Venesia masuk dalam status peringatan merah level 3 berdasarkan buletin nasional gelombang panas. Selama peringatan merah berlaku, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghabiskan waktu di tempat umum berpendingin udara, menghindari paparan sinar matahari langsung dan aktivitas fisik berat di luar ruangan, menggunakan tabir surya dengan SPF tinggi, serta mengonsumsi makanan yang lebih ringan. Kementerian secara khusus merekomendasikan pasta dan ikan sebagai pilihan dibandingkan dengan daging. Cuaca panas diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya hingga Rabu (24/6), dengan peringatan merah yang diperluas ke 16 kota.
Jerman: Suhu 40°C dan Risiko Kebakaran Hutan
Jerman diperkirakan akan terus dilanda gelombang panas sepanjang pekan ini, dengan suhu di beberapa wilayah barat daya berpotensi mencapai 40 derajat Celsius. Badan Meteorologi Jerman (DWD) juga memperkirakan wilayah utara yang biasanya lebih sejuk akan terdampak. Kenaikan suhu tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan, terutama di wilayah selatan dan timur. Saat ini, Brandenburg, Bayern, dan Baden-Württemberg berada pada level 4 dari 5 untuk risiko kebakaran, sementara pada Rabu (24/6) hingga Jumat (26/6) sejumlah daerah diperkirakan mencapai tingkat bahaya tertinggi.
Panas ekstrem juga dapat memicu cuaca buruk. Di Berlin, petugas pemadam kebakaran menangani sekitar 160 panggilan darurat sepanjang akhir pekan akibat angin kencang yang menumbangkan pohon dan merusak panggung Festival Fête de la Musique. Sementara itu, di Sachsen-Anhalt, hujan deras memicu kecelakaan di jalan tol yang menewaskan 1 orang dan melukai 4 orang lainnya. Menurut DWD, suhu tinggi diperkirakan baru akan mulai mereda pada pekan depan.



