BNPB Imbau Warga Waspada Banjir dan Longsor di Masa Pancaroba
BNPB Imbau Waspada Banjir-Longsor di Masa Pancaroba

BNPB Imbau Warga Waspada Banjir dan Longsor di Masa Pancaroba

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, selama masa pancaroba yang sedang berlangsung. Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 1 April 2026.

Evakuasi Mandiri Jadi Kunci Utama

Muhari menekankan pentingnya evakuasi mandiri sebagai langkah antisipatif ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana. "Masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," ujarnya. Selain itu, ia meminta warga menjauhi pohon, papan reklame, dan bangunan rapuh yang berpotensi roboh saat angin kencang atau hujan deras melanda.

Masa pancaroba, yang merupakan periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan signifikan. "Kondisi ini dapat mencakup hujan tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa lebih panas," jelas Muhari. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau diperkirakan terjadi mulai April hingga Juni 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Bencana di Aceh Tamiang dan Prakiraan Hujan Lebat

Peringatan ini muncul setelah bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang pada Desember 2025 menyebabkan kerusakan parah, termasuk 2.800 unit rumah, 127 fasilitas umum, 62 gedung kantor, 54 fasilitas pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 rumah ibadah, dan dua jembatan. Foto-foto menunjukkan warga beristirahat di antara puing-puing rumah mereka yang terkubur di bawah pohon tumbang akibat banjir bandang di desa Lintang Baru.

BMKG memprediksi bahwa hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 2 April 2026. "Fenomena cuaca ekstrem ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi basah," kata Muhari. Wilayah-wilayah yang diprakirakan terdampak meliputi:

  • Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta
  • Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua

Khusus di Jawa Tengah, kabupaten dan kota seperti Tegal, Pemalang, Kudus, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Boyolali, Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang berpotensi mengalami hujan lebat pada 1 April 2026.

Kesiapsiagaan untuk Minimalkan Risiko

Muhari menandaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana selama periode pancaroba. "Dengan langkah-langkah preventif seperti evakuasi mandiri dan penghindaran struktur berbahaya, dampak kerusakan dapat dikurangi," imbuhnya. Ia juga mengingatkan bahwa bencana hidrometeorologi telah melanda beberapa provinsi selama Idulfitri 1447 H, termasuk banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, yang berdampak pada sekitar 177 kepala keluarga.

BNPB terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan respons yang cepat jika bencana terjadi. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga