BNPB Bantah Hoaks Bantuan Sembako Dibagikan Saat Sahur Ramadan
BNPB Bantah Hoaks Bantuan Sembako Saat Sahur Ramadan

BNPB Tegaskan Tidak Ada Distribusi Bantuan Sembako Saat Sahur Ramadan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi telah membantah beredarnya informasi palsu atau hoaks yang mengklaim bahwa bantuan sembako akan dibagikan kepada masyarakat pada waktu sahur selama bulan suci Ramadan. Klaim tersebut telah menyebar luas melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan, menimbulkan kebingungan dan harapan palsu di kalangan warga.

Imbauan Resmi untuk Masyarakat

Dalam pernyataan resminya, BNPB menegaskan bahwa tidak ada program atau rencana distribusi bantuan pangan yang dijadwalkan khusus pada jam-jam sahur. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar perwakilan BNPB. Mereka menekankan pentingnya memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan bantuan sosial, melalui kanal komunikasi resmi lembaga pemerintah.

Hoaks ini dinilai berpotensi menimbulkan kerumunan yang tidak terkendali, yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit atau bahkan memicu ketegangan sosial di tengah situasi yang sudah rentan. BNPB mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah-Langkah Penanganan Hoaks

Untuk mengatasi maraknya informasi menyesatkan, BNPB telah melakukan beberapa tindakan proaktif, antara lain:

  • Memperkuat pemantauan terhadap konten-konten hoaks di media sosial dan platform digital lainnya.
  • Bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menindak pelaku penyebaran berita palsu.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara mengenali dan melaporkan hoaks melalui situs web dan media sosial resmi BNPB.

Masyarakat diharapkan untuk selalu mengakses informasi terbaru dan valid melalui sumber-sumber resmi, seperti website BNPB atau akun media sosial yang terverifikasi. Dengan demikian, diharapkan dapat mencegah kepanikan dan kesalahpahaman yang tidak perlu di tengah pelaksanaan ibadah Ramadan.