BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Musim Kemarau
Memasuki musim kemarau, kondisi cuaca di Indonesia ternyata belum sepenuhnya stabil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa sejumlah wilayah di Tanah Air masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang pada periode 14 hingga 20 April 2026.
Data Curah Hujan dalam Beberapa Hari Terakhir
Dalam keterangan resminya, BMKG mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di berbagai daerah. Pada periode 9–12 April 2026, curah hujan lebat hingga sangat lebat terpantau di beberapa wilayah dengan angka yang signifikan.
Wilayah dengan curah hujan tertinggi meliputi:
- Aceh dengan 105,5 milimeter per hari
- Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 103,7 milimeter per hari
- Papua Barat mencatat 97,7 milimeter per hari
- Sumatera Utara sebesar 91,9 milimeter per hari
- Kepulauan Riau sekitar 85 milimeter per hari
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer yang kompleks. Aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah menjadi penyebab utama. Selain itu, terpantau juga filter spasial dari fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian besar wilayah Sumatera.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa meski musim kemarau telah tiba, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai oleh masyarakat," tulis BMKG dalam pernyataannya. Badan tersebut menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir, tanah longsor, atau angin kencang yang dapat menyertai hujan lebat tersebut.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. BMKG akan terus memantau perkembangan pola cuaca dan memberikan update secara berkala melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia.



