Pakar Ungkap Risiko Kebiasaan Makan Tengah Malam bagi Kesehatan
Risiko Makan Tengah Malam Menurut Pakar

Kebiasaan makan tengah malam sering dilakukan banyak orang, terutama saat begadang atau karena rasa lapar yang muncul menjelang tidur. Namun, pakar kesehatan mengungkapkan bahwa kebiasaan ini memiliki risiko serius bagi kesehatan tubuh.

Gangguan Metabolisme Tubuh

Menurut para ahli, makan di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Ritme sirkadian adalah jam biologis yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme. Ketika seseorang makan pada waktu yang tidak sesuai, tubuh kesulitan memproses makanan dengan efisien. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dan peningkatan kadar gula darah.

Dampak pada Berat Badan

Kebiasaan makan tengah malam juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan. Makanan yang dikonsumsi di malam hari cenderung tinggi kalori dan rendah nutrisi. Selain itu, aktivitas fisik yang minimal setelah makan membuat kalori tidak terbakar secara optimal. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang sering makan malam memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gangguan Tidur dan Pencernaan

Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, asam lambung naik, dan rasa tidak nyaman. Hal ini dapat mengganggu kualitas tidur, sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Kurang tidur sendiri berkontribusi pada peningkatan hormon lapar dan penurunan metabolisme.

Tips Mengatasi Kebiasaan Makan Tengah Malam

  • Atur jadwal makan teratur dengan porsi seimbang sepanjang hari.
  • Hindari melewatkan makan malam agar tidak merasa lapar berlebihan di malam hari.
  • Pilih camilan sehat seperti buah atau yogurt jika benar-benar lapar.
  • Minum air putih yang cukup untuk mengurangi rasa lapar palsu.

Dengan memahami risiko kebiasaan makan tengah malam, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengatur pola makan demi kesehatan jangka panjang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga