Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal sebagai Haji Isam, memberikan dana bantuan untuk para pekerja migran Indonesia. Dalam narasi yang disebarkan, disebutkan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan setelah calon penerima menghubungi nomor WhatsApp tertentu. Klaim ini sontak menarik perhatian banyak pihak, terutama di kalangan pekerja migran yang membutuhkan.
Fakta di Balik Video
Setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, ditemukan bahwa video tersebut bukanlah rekaman asli, melainkan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Video tersebut direkayasa sedemikian rupa sehingga tampak seperti Haji Isam yang sedang memberikan pernyataan. Namun, analisis lebih lanjut mengungkapkan kejanggalan pada gerakan bibir, intonasi suara, dan detail visual lainnya yang menjadi ciri khas video hasil AI.
Modus Penipuan
Narasi yang menyertai video tersebut terindikasi kuat sebagai modus penipuan. Para pelaku biasanya meminta data pribadi atau sejumlah uang sebagai biaya administrasi sebelum bantuan dicairkan. Masyarakat, terutama para pekerja migran, diimbau untuk tidak mudah percaya dengan tawaran bantuan yang tidak jelas sumbernya. Jangan pernah menghubungi nomor WhatsApp yang tercantum dalam unggahan tersebut, karena dapat berujung pada kerugian finansial.
Himbauan untuk Waspada
Kabar bohong ini perlu diluruskan agar tidak ada pihak yang menjadi korban. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari penipuan serupa:
- Selalu verifikasi informasi melalui sumber resmi, seperti situs web atau akun media sosial terpercaya dari tokoh atau lembaga terkait.
- Jangan langsung percaya dengan video atau pesan yang mengatasnamakan tokoh publik tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.
- Laporkan konten mencurigakan ke platform media sosial atau pihak berwenang.
Dengan meningkatnya penggunaan AI untuk membuat konten palsu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam melawan penyebaran hoaks. Jangan sampai tergiur dengan janji bantuan yang tidak masuk akal, dan selalu utamakan keamanan data pribadi.



