Kompas.com - Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang menganggap waktu makan sebagai rutinitas yang harus diselesaikan secepat mungkin. Kebiasaan menghabiskan porsi makanan dalam waktu kurang dari 5 hingga 10 menit demi mengejar jadwal berikutnya sudah lazim terjadi. Padahal, durasi makan yang terlalu cepat dapat mengganggu proses pencernaan dan membuat seseorang rentan makan berlebihan.
Durasi Makan Ideal Menurut Ahli
Melansir TIME, pada Senin (13/7/2026), durasi ideal yang disarankan untuk menghabiskan satu porsi makanan utama adalah sekitar 20 menit. Waktu ini diperlukan agar otak dapat menerima sinyal kenyang secara akurat dari sistem pencernaan. Ketika makan terlalu cepat, otak tidak sempat memproses sinyal tersebut, sehingga seseorang cenderung terus makan meskipun sebenarnya sudah cukup kenyang.
Dampak Makan Terburu-buru
Makan dalam waktu kurang dari 10 menit membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk mengatur asupan kalori secara alami. Proses pencernaan dimulai dari mulut, dan mengunyah makanan dengan baik merupakan langkah awal yang penting. Makan cepat juga sering dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, gangguan pencernaan, dan refluks asam lambung. Selain itu, kebiasaan ini mengurangi kenikmatan saat menyantap makanan dan dapat memicu stres pada sistem pencernaan.
Tips Makan dengan Durasi Ideal
Untuk mencapai durasi makan 20 menit, beberapa langkah sederhana bisa diterapkan. Pertama, kunyah makanan secara perlahan dan nikmati setiap suapan. Kedua, letakkan alat makan di antara suapan untuk memberi jeda. Ketiga, hindari gangguan seperti menonton televisi atau bermain ponsel saat makan. Dengan memberikan waktu yang cukup, otak dan perut dapat bekerja sama secara optimal, sehingga asupan makanan lebih terkontrol dan kesehatan pencernaan pun terjaga.



