Memilih sarden kaleng yang tepat tidak hanya soal rasa, tetapi juga kandungan gizi dan keamanan pangan. Ahli gizi dari Universitas Indonesia, Dr. Fitriana, memberikan panduan praktis bagi konsumen agar tidak salah pilih.
Perhatikan Label dan Informasi Gizi
Langkah pertama adalah membaca label kemasan. Pastikan produk mencantumkan informasi nilai gizi, termasuk kandungan protein, lemak, dan garam. Pilih sarden dengan kadar natrium rendah untuk menghindari risiko hipertensi.
Cek Bahan Tambahan
Hindari sarden yang mengandung banyak bahan pengawet atau perasa buatan. Sarden berkualitas biasanya hanya berisi ikan, minyak atau saus, dan garam. Perhatikan juga jenis minyak yang digunakan; minyak zaitun atau minyak kanola lebih sehat dibandingkan minyak sawit.
Tanggal Kedaluwarsa dan Kemasan
Pastikan tanggal kedaluwarsa masih jauh. Periksa kemasan kaleng; hindari kaleng yang penyok, berkarat, atau menggembung karena bisa menandakan kontaminasi bakteri. Sarden kaleng yang baik memiliki segel rapat dan tidak bocor.
Pilih Sarden dalam Saus Tomat atau Minyak
Sarden dalam saus tomat cenderung lebih rendah lemak dibandingkan yang direndam minyak. Namun, saus tomat sering mengandung gula tambahan. Bagi yang ingin membatasi kalori, pilih sarden dalam air atau minyak zaitun.
Dengan mengikuti tips di atas, konsumen dapat menikmati sarden kaleng yang lezat sekaligus menyehatkan. Selalu simpan sarden di tempat sejuk dan kering setelah dibuka, dan konsumsi dalam waktu 1-2 hari.



