Hari Raya Kurban identik dengan melimpahnya stok daging dan tulang di rumah. Belakangan, bone broth atau kaldu tulang menjadi primadona di dunia kuliner sehat. Rasanya yang gurih dan klaim khasiatnya yang kaya kolagen membuat banyak orang rela berburu sumsum dan tulang sapi kualitas premium. Namun, jika membayangkan cara tradisional di atas kompor biasa, Anda mungkin akan malas duluan.
Keunggulan Bone Broth
Kaldu tulang dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Kandungan kolagennya baik untuk kesehatan sendi, kulit, dan pencernaan. Selain itu, proses perebusan yang lama akan mengekstrak mineral dan nutrisi dari tulang. Inilah yang membuat bone broth begitu istimewa.
Cara Membuat Bone Broth dengan Mudah
Anda tidak perlu repot-repot merebus tulang berjam-jam. Dengan menggunakan slow cooker atau panci presto, proses pembuatan bone broth menjadi lebih simpel. Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan tulang sapi atau ayam, bisa juga campuran keduanya.
- Panggang tulang di oven selama 20 menit pada suhu 200 derajat Celsius untuk mengeluarkan rasa.
- Masukkan tulang ke dalam slow cooker atau panci presto.
- Tambahkan air hingga menutupi tulang, lalu masukkan sayuran seperti wortel, seledri, dan bawang bombay.
- Tambahkan cuka apel atau lemon untuk membantu ekstraksi mineral.
- Rebus dengan slow cooker selama 12-24 jam, atau dengan panci presto selama 2-3 jam.
- Saring kaldu dan simpan dalam wadah kedap udara di lemari es.
Dengan metode ini, Anda bisa mendapatkan bone broth berkualitas tanpa harus terus memantau kompor. Kaldu ini bisa dinikmati langsung atau digunakan sebagai dasar sup dan masakan lainnya.
Tips Menyimpan Bone Broth
Bone broth dapat disimpan di lemari es hingga 5 hari atau dibekukan hingga 3 bulan. Pastikan untuk menyimpannya dalam wadah yang bersih dan tertutup rapat. Jika membekukan, gunakan kantong plastik atau wadah khusus freezer.
Selamat mencoba dan nikmati manfaat kesehatan dari bone broth buatan sendiri!



