Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi meluncurkan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan Media Center sebagai kanal resmi Layanan Aduan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat kini dapat menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun masukan melalui call center, WhatsApp, hingga website yang disediakan BGN. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam program MBG.
Komitmen Transparansi BGN
Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa pembentukan PPT merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk menjalankan program secara terbuka. "Ini menunjukkan komitmen sebagaimana sudah saya sampaikan di awal-awal dulu. Kita ini maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap. Semuanya harus terang benderang," ujarnya di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Menurut Sudaryono, Pusat Pelayanan Terpadu ini akan menjadi "zona hijau" bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aduan maupun berkonsultasi secara resmi soal program MBG. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang memiliki kepentingan dengan BGN tidak diperkenankan bertemu pejabat secara tertutup di luar mekanisme yang telah ditetapkan. "Segala aduan, segala hal yang memang perlu dibicarakan harus dibicarakan secara resmi," tegasnya.
Sistem Pengaduan dengan Nomor Registrasi
BGN juga tengah membenahi sistem pengaduan agar setiap laporan masyarakat memiliki nomor registrasi. Dengan demikian, proses penanganan setiap aduan dapat dipantau secara terbuka hingga tuntas. "Kasih kami beberapa hari, ini insyaallah semua aduan ada nomor aduannya, aduannya itu ditindaklanjuti sampai di mana, sudah ditanggapi bagaimana, dan lain-lain, insyaallah kita siapkan itu semua. Sehingga betul-betul orang itu tidak ada yang tidak merasa puas," kata Sudaryono.
Berbagai Kanal Layanan
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui berbagai kanal yang tersedia, mulai dari WhatsApp, website, hingga call center. Apabila persoalan tidak dapat diselesaikan pada tingkat pelaksana, laporan tersebut akan diteruskan ke meja pimpinan agar dapat dipantau secara langsung. "Termasuk Pusat Pelayanan Terpadu ini baik sistem ada WhatsApp, ada website, ada call center, dan lain-lain itu kemudian yang tidak terselesaikan itu kemudian maju ke meja pimpinan. Jadi kami bisa mengetahui hal-hal mana saja yang tidak bisa diselesaikan di level-level tertentu. Jadi ada, saya monitor tiap hari kemudian keluhan-keluhan itu," jelas Sudaryono.
Hindari Pertemuan Tidak Resmi
Sudaryono mengakui selama ini masih ada masyarakat maupun mitra BGN yang menyampaikan persoalan secara langsung kepadanya, termasuk terkait pencairan dana operasional dapur MBG. Namun, ke depan ia meminta seluruh pengaduan disampaikan melalui saluran resmi agar penanganannya lebih tertib dan menghindari kesalahpahaman. "Saya mohon dukungan semuanya. Insyaallah ini sesuatu hal yang tidak sulit," tandasnya.
Dengan adanya layanan ini, BGN berharap dapat terus memperbaiki sistem komunikasi dan pelayanan, sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan setiap laporan yang disampaikan. Inisiatif ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.



