JAKARTA - Dokter Kamelia mengaku khawatir dengan kondisi mental Ammar Zoni setelah kembali dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, baru-baru ini. Menurut Kamelia, Ammar sangat terpukul saat pertama kali dibawa ke Nusakambangan, terlebih dengan status narapidana berisiko tinggi atau high risk.
"Bang Ammar itu selalu menyampaikan ke adiknya dan ke saya juga kalau dia sangat trauma," kata Kamelia saat ditemui di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026). Meski demikian, Kamelia mengaku salut dengan kondisi mental Ammar yang dinilainya masih mampu bertahan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi.
Kekhawatiran akan Kondisi Mental
Kamelia menjelaskan bahwa Ammar Zoni mengalami tekanan psikologis yang berat setelah dipindahkan ke lapas yang terkenal dengan tingkat keamanan tinggi tersebut. Trauma yang dialami Ammar tidak hanya berasal dari lingkungan penjara yang keras, tetapi juga dari stigma sebagai narapidana high risk.
"Dia merasa terisolasi dan sulit beradaptasi. Namun, saya salut karena dia masih bisa bertahan dan tidak menyerah pada keadaan," tambah Kamelia.
Dukungan untuk Ammar
Meskipun menghadapi situasi sulit, Kamelia berharap Ammar Zoni tetap mendapatkan dukungan moral dari keluarga dan orang-orang terdekat. Ia juga berharap pihak lapas dapat memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental para narapidana, terutama yang berstatus high risk.
"Keluarga terus berusaha memberikan semangat. Semoga Ammar bisa melewati masa sulit ini dengan baik," pungkas Kamelia.



