Kebiasaan Kretek Leher Bisa Picu Stroke? Ini Faktanya
Kretek Leher Picu Stroke? Ini Penjelasannya

Sebuah unggahan di media sosial Instagram menyebutkan bahwa meregangkan leher dengan menekuknya ke kanan dan ke kiri hingga menimbulkan bunyi "kretek" dapat menyebabkan stroke. Unggahan akun Instagram @va****** pada Selasa (14/7/2026) menulis, "Punya kebiasaan kretek leher, wanita asal Amerika Serikat alami stroke."

Apa Kata Medis?

Kebiasaan "kretek" leher memang sering dilakukan banyak orang saat merasa lelah. Namun, benarkah kebiasaan ini bisa memicu stroke? Menurut dokter spesialis saraf, dr. Andreas, Sp.S, tindakan memutar atau menekuk leher secara paksa hingga menimbulkan bunyi dapat merobek arteri vertebralis yang memasok darah ke otak. Robekan ini dapat menyebabkan pembekuan darah dan memicu stroke iskemik.

"Meskipun jarang terjadi, manipulasi leher yang keras dan tiba-tiba memang bisa menyebabkan diseksi arteri vertebralis. Kondisi ini serius dan bisa berakibat fatal," jelas dr. Andreas kepada Kompas.com.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kasus Nyata di Luar Negeri

Di Amerika Serikat, seorang wanita berusia 28 tahun dilaporkan mengalami stroke setelah membunyikan lehernya. Ia merasakan sakit kepala hebat dan kesulitan berbicara beberapa saat setelah melakukan kebiasaan tersebut. Dokter mendiagnosisnya dengan diseksi arteri vertebralis. Kasus ini menjadi peringatan bagi banyak orang.

Apakah Semua Orang Berisiko?

Tidak semua orang yang membunyikan leher akan mengalami stroke. Namun, risiko meningkat pada individu yang memiliki faktor predisposisi seperti kelainan jaringan ikat, tekanan darah tinggi, atau riwayat cedera leher. dr. Andreas menambahkan, "Jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, sebaiknya hindari kebiasaan memutar leher secara paksa."

Cara Aman Meregangkan Leher

Untuk mengurangi ketegangan leher, disarankan melakukan peregangan lembut tanpa memaksa sendi hingga berbunyi. Gerakan seperti menunduk, menengadah, dan memutar kepala secara perlahan sudah cukup efektif. Jika leher terasa kaku berkepanjangan, konsultasikan dengan fisioterapis atau dokter.

Kesimpulannya, meskipun kasus stroke akibat kretek leher jarang terjadi, risikonya nyata. Lebih baik hindari kebiasaan ini dan pilih metode peregangan yang lebih aman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga