SPPG Harapan Mulia Kembali Salurkan MBG ke 7 Sekolah di Jakpus Usai Libur Lebaran
SPPG Harapan Mulia Salurkan MBG ke 7 Sekolah di Jakpus

SPPG Harapan Mulia Kembali Salurkan MBG ke 7 Sekolah di Jakpus Usai Libur Lebaran

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat, telah kembali beroperasi untuk menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah jeda selama Ramadan dan libur Lebaran 2026. Program ini menyasar tujuh sekolah dan satu Posyandu di wilayah tersebut, menandai kelanjutan dari upaya pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Distribusi Bertahap dengan Menu Bergizi

Pada hari pertama operasional, Senin 31 Maret 2026, SPPG Harapan Mulia menyiapkan sebanyak 3.298 porsi makanan yang didistribusikan secara bertahap sejak pagi hari. Menu yang disajikan mencakup nasi uduk, ayam kecap, sayur mayur, dan buah semangka, dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat.

Distribusi dilakukan dalam tiga kloter pengiriman: pukul 07.00 WIB untuk Sekolah Dasar (SD), 09.30 WIB untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 11.00–12.00 WIB untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) atau SMK. Sementara itu, distribusi ke Posyandu dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, memastikan cakupan yang luas dan terorganisir.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyesuaian Porsi dan Evaluasi Internal

Menurut Kepala SPPG Harapan Mulia, Fakhri Irfan Pribadi, jumlah porsi yang disalurkan mengalami penyesuaian dibandingkan sebelum Lebaran. Sebelumnya, porsi mencapai 3.618, namun berkurang menjadi 3.298 karena adanya penambahan dapur SPPG lain di wilayah tersebut yang turut berbagi penerima manfaat.

"Sebelum Lebaran, jumlah penerima manfaat bahkan sempat mencapai sekitar 3.800 porsi. Penurunan ini bukan karena berkurangnya kebutuhan, melainkan distribusi yang kini terbagi dengan dapur atau SPPG lain di wilayah tersebut," jelas Fakhri. Ia menambahkan bahwa sebelum kembali beroperasi, pihaknya melakukan evaluasi internal dan eksternal bersama Badan Gizi Nasional (BGN), mitra yayasan, serta lembaga pengawas keamanan pangan seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan.

Prioritas Kualitas dan Keamanan Makanan

Dalam operasionalnya, SPPG Harapan Mulia menempatkan kualitas dan keamanan makanan sebagai prioritas utama. Evaluasi mencakup berbagai aspek, termasuk kualitas menu, kebersihan relawan, keamanan pangan, pengelolaan limbah, dan sanitasi lingkungan.

Fakhri menekankan bahwa setiap makanan yang akan didistribusikan telah melalui uji organoleptik oleh tim dan ahli gizi, yang meliputi pemeriksaan bau, tekstur, dan aroma untuk memastikan kesegaran dan kelayakan konsumsi. Selain itu, SPPG juga mengantisipasi kebutuhan khusus siswa, seperti alergi makanan, melalui pendataan bersama pihak sekolah, sehingga menu dapat disesuaikan, misalnya dengan mengganti ikan menjadi ayam bagi yang tidak menyukainya.

Penerapan Sistem HACCP untuk Keamanan Pangan

Untuk menjaga keamanan pangan secara menyeluruh, SPPG Harapan Mulia menerapkan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sejak tahap penerimaan bahan baku hingga distribusi. Sistem ini memungkinkan pihak SPPG untuk mengembalikan bahan baku yang tidak memenuhi standar kualitas kepada supplier, berdasarkan pemeriksaan bau, aroma, dan tekstur.

"Langkah ini dilakukan untuk mencegah pelanggaran etika yang dapat berujung pada penutupan dapur, seperti yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah di Indonesia," ungkap Fakhri. Dengan pendekatan ini, SPPG berkomitmen untuk memastikan bahwa MBG yang disalurkan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan higienis bagi seluruh penerima manfaat.

Kembalinya operasional SPPG Harapan Mulia ini diharapkan dapat terus mendukung upaya peningkatan gizi masyarakat, khususnya di kalangan siswa sekolah dan warga di Posyandu, dengan fokus pada distribusi yang efisien dan standar keamanan yang ketat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga