Pria di Brebes Digigit Ular Viper Saat Cari Rumput, Kaki Melepuh Parah
Seorang pria pencari rumput di Brebes, Jawa Tengah, menjadi korban gigitan ular berbisa jenis viper yang menyebabkan kakinya melepuh secara serius. Insiden ini terjadi saat korban sedang melakukan aktivitas sehari-hari untuk mencari pakan ternak.
Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban
Dilaporkan, korban bernama Suradi, berusia 69 tahun, mengalami gigitan ular pada Kamis (16/4/2026) sore saat ia mencari rumput untuk pakan kambing di sekitar jembatan rel kereta api Kampung Kauman, Brebes. Menurut penuturan Suradi, tiba-tiba kakinya diserang oleh binatang melata yang kemudian teridentifikasi sebagai ular gibug atau viper, spesies yang dikenal cukup berbahaya.
Setelah digigit, Suradi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Namun, ia menghadapi kendala finansial karena BPJS-nya nonaktif, sehingga memilih rawat jalan. "Disuruh beli obat anti-bisa ular tak ada uang, mahal sampai Rp 1,5 juta. Jadi disuntik antibiotik saja," jelas Suradi dengan nada prihatin.
Perkembangan Kondisi dan Penanganan Medis
Esok harinya, bekas gigitan ular semakin membengkak, dan pada hari berikutnya, kulit di kaki Suradi melepuh parah seperti luka bakar. Kondisi ini memaksa pihak desa untuk membantu membawanya kembali ke RSUD Brebes guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saat ini, bagian kaki Suradi telah dibalut perban setelah ditangani oleh petugas medis, meskipun proses pemulihan masih berlangsung.
Petugas Damkar Satpol PP Brebes, Faizal Rivaldi, mengonfirmasi bahwa timnya masih aktif mencari ular viper tersebut di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah insiden serupa. "Itu ular jenis gibug, atau viper. Cukup berbahaya. Kami dari damkar masih mencari ular itu di sekitaran lokasi kejadian," kata Faizal, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat.
Dampak dan Implikasi Kesehatan
Kasus ini menyoroti risiko kesehatan yang dihadapi oleh pekerja di daerah pedesaan, terutama mereka yang beraktivitas di alam terbuka. Gigitan ular viper dapat menyebabkan gejala serius seperti pembengkakan, melepuh, dan bahkan komplikasi lebih lanjut jika tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya akses ke asuransi kesehatan, seperti yang dialami Suradi, memperburuk situasi, menghambat perawatan yang optimal.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap keberadaan ular berbisa, terutama di area pertanian atau hutan, dan segera mencari pertolongan medis jika terjadi gigitan. Penanganan dini dengan obat anti-bisa ular sangat krusial untuk mencegah dampak yang lebih parah.



