Dinkes Bogor Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Ribuan Calon Haji 2026
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Kesehatan setempat, terus mengintensifkan pemeriksaan kesehatan bagi jemaah calon haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Upaya ini telah mencapai seluruh kuota yang ditetapkan, mencerminkan sinergi yang kuat antara petugas kesehatan dan para jemaah.
Capaian Pemeriksaan Kesehatan Melebihi Kuota
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, capaian ini menunjukkan tingginya kesadaran calon haji dalam menjaga kondisi kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. "Capaian ini mencerminkan sinergi yang baik antara petugas kesehatan dan jemaah. Kami terus mendorong agar seluruh jemaah memenuhi syarat istithaah kesehatan demi kelancaran dalam menjalankan ibadah haji," ujar Fusia, seperti dilansir dari Antara pada Selasa, 21 April 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dari total kuota jemaah haji sebanyak 2.504 orang, tercatat sebanyak 3.802 data pemeriksaan kesehatan telah masuk dalam sistem Siskohatkes. Data ini mencakup jemaah haji reguler maupun jamaah haji khusus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.146 calon haji telah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan.
Pencapaian pemeriksaan kesehatan jemaah asal Kabupaten Bogor mencapai 2.853 orang atau sebesar 116,6 persen dari kuota yang ditetapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya intensifikasi berjalan efektif dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Layanan untuk Calon Haji dari Luar Daerah
Selain melayani calon haji dari Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan setempat juga memberikan layanan pemeriksaan terhadap 293 calon haji asal luar Kabupaten Bogor. Jumlah ini setara dengan sekitar 12 persen dari total layanan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan.
Dalam aspek kelayakan kesehatan, sebanyak 3.134 calon haji atau 128,1 persen telah dinyatakan memenuhi kriteria istithaah kesehatan, yang berarti layak secara kesehatan untuk menunaikan ibadah haji. Sementara itu, sekitar 0,5 persen jemaah dinyatakan belum memenuhi kriteria tersebut, umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang memerlukan penanganan lebih lanjut sebelum keberangkatan.
Pemantauan dan Pembinaan Berkelanjutan
Fusia menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah agar seluruh jemaah calon haji dapat berangkat dalam kondisi sehat dan prima. "Kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman, lancar, dan khusyuk," jelasnya.
Upaya ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan awal, tetapi juga mencakup pendampingan kesehatan hingga masa keberangkatan. Dengan demikian, diharapkan semua jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan optimal tanpa kendala kesehatan yang berarti.
Pemeriksaan kesehatan yang intensif ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung kesuksesan ibadah haji. Melalui kolaborasi yang erat antara dinas kesehatan dan masyarakat, target kesehatan jemaah haji dapat tercapai dengan baik, bahkan melampaui ekspektasi kuota yang telah ditetapkan sebelumnya.



