Pesawat Jemaah Haji Delay Hampir 5 Jam, Wamenhaj Buka Suara
Pesawat Jemaah Haji Delay 5 Jam, Wamenhaj Angkat Bicara

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan bahwa Garuda Indonesia akan memberikan kompensasi kepada jemaah haji kelompok terbang (kloter) JKB 02 yang mengalami keterlambatan penerbangan dari Arab Saudi ke Indonesia pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Keterlambatan yang mencapai hampir lima jam ini menuai keluhan dari sejumlah jemaah, terutama mereka yang lanjut usia.

Kronologi Keterlambatan

Keluhan mengenai delay penerbangan ini ramai beredar di media sosial. Sebuah unggahan di Instagram menampilkan layar informasi keberangkatan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah yang menunjukkan penerbangan Garuda Indonesia tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 15.55 waktu Arab Saudi, namun tertunda tanpa kepastian. Pengunggah mengeluhkan jemaah yang menunggu berjam-jam tanpa informasi jelas, terutama kondisi jemaah lansia. “Kasihan jamaah khususnya yang lansia, sampai sekarang belum ada kompensasi dari Garuda untuk menyediakan makan malam,” tulis akun tersebut, dikutip Rabu (3/6/2026). Jemaah akhirnya boarding pukul 22.00 dan lepas landas pukul 23.00 waktu setempat.

Kompensasi untuk Jemaah

Menanggapi hal itu, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku telah menghubungi pihak Garuda untuk meminta penjelasan. Maskapai menyatakan bahwa keterlambatan terjadi akibat padatnya lalu lintas penerbangan di terminal haji Bandara Jeddah. “Pihak Garuda menyatakan bahwa memang ada trafik yang sangat padat di terminal haji sehingga menyebabkan delay terhadap penerbangan pesawat Garuda,” ujarnya. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kemudian meminta maskapai memenuhi hak-hak jemaah selama menunggu, berupa makanan, minuman, atau layanan tambahan lainnya. Dahnil menegaskan, “Kami sampaikan pada maskapai terkait dengan delay itu harus ada kompensasi, baik kompensasi berbentuk penyediaan minum atau makanan ataupun kompensasi-kompensasi lain yang membuat jamaah tetap nyaman.” Garuda telah menyepakati permintaan tersebut dan berkomitmen memberikan pelayanan tambahan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Teguran dan Koordinasi

Selain meminta kompensasi, Dahnil juga menegur Garuda agar lebih cermat mengelola jadwal penerbangan selama fase pemulangan jemaah haji. Ia meminta maskapai meningkatkan koordinasi jika terdapat potensi perubahan jadwal, sehingga pemerintah dapat mengantisipasi dampaknya terhadap jemaah. “Kalaupun terpaksa ada delay, itu bisa dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kementerian Haji dan Umrah supaya kemudian bisa diantisipasi dan jamaah tidak menunggu terlalu lama,” ucapnya. Pemerintah akan mengawasi pelaksanaan kompensasi dan memastikan kenyamanan jemaah selama proses kepulangan ke Tanah Air.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga