Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa realisasi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD—masih jauh dari target. Hingga awal Juni 2026, baru 38,51% dari sasaran 25 juta penerima yang terlayani.
75% SPPG Sudah Layani 3B
Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026), Wihaji memaparkan data per 3 Juni 2026. Dari total 29.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 75% atau 22.672 unit telah melayani kelompok 3B. Namun, jumlah penerima manfaat baru 38,51% dari target.
“Dari data yang saya ambil dari BGN sementara, laporannya per tanggal 3 Juni sebagai berikut. Mulai dari SPPG-nya 29.000, kemudian yang mohon maaf, yang sudah melayani 3B masih 75% atau 22.672 unit,” kata Wihaji dalam rapat.
Komunikasi dengan BGN
Wihaji menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan cakupan. “Tapi izin sekali lagi, dari target, bukan, mohon maaf, dari jumlah sasaran 25 juta masih 38,51%. Dan ini mulai coba kita bangun komunikasi baru dengan BGN khususnya MBG 3B,” ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, meminta penjelasan detail terkait data tersebut. Wihaji menjelaskan bahwa data sasaran berasal dari Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) BPS dan data pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
“Bahwa jumlah sasaran ini berdasarkan data dari SUPAS di BPS dan dari data pemutakhiran PK di Kemedukbangga. Jadi itu dasarnya proyeksi. Kira-kira itu. Proyeksi itu diambil dari data SUPAS dan data PK (Pendataan Keluarga) di kementerian kita,” kata Wihaji.
Usulan Pola Baru Distribusi MBG 3B
Wihaji mengusulkan adanya pola baru dalam strategi pendistribusian MBG untuk kelompok 3B. Pihaknya menyiapkan SOP khusus terkait distribusi dan edukasi agar tidak menimbulkan masalah.
“Tetapi ini perlu saya laporkan kepada Bapak Ibu sekalian berkenaan dengan strategi optimalisasi peran Kemendukbangga tentang MBG 3B,” ujar Wihaji.
“Termasuk barangkali harus ada pola-pola baru yang menyesuaikan kondisi hari ini tanpa melanggar aturan. Termasuk di kementerian kita membuat SOP-SOP, khususnya SOP pendistribusian dan SOP edukasi biar tidak menjadi masalah,” imbuhnya.
Dengan capaian yang masih rendah, pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat distribusi MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna memenuhi target gizi nasional.



