Kucing di Thailand Alami Bengkak Usai Diberi Parasetamol oleh Pemilik Lansia
Kucing Thailand Bengkak setelah Diberi Parasetamol Lansia

Seekor kucing di Roi Et, Thailand, mengalami insiden mengenaskan setelah pemiliknya yang telah lanjut usia memberikan obat parasetamol. Rumah Sakit Hewan Baan Sat Yim melaporkan bahwa kucing tersebut menderita pembengkakan parah pada bagian wajah akibat konsumsi obat yang tidak sesuai.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan Bangkok Post pada Jumat (8/5/2026), pemilik kucing yang berusia lanjut tersebut memberikan parasetamol dosis dewasa kepada kucingnya. Sang pemilik mengaku melakukan hal itu karena melihat kucingnya tampak lesu dan tidak bersemangat. Tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan, ia langsung memberikan obat yang biasa digunakan manusia.

Dampak pada Kucing

Dokter hewan di RS Hewan Baan Sat Yim menjelaskan bahwa parasetamol sangat berbahaya bagi kucing. Obat ini menyebabkan kerusakan sel darah merah dan pembengkakan jaringan, terutama di area wajah. Kucing tersebut kini dalam perawatan intensif dan kondisinya berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peringatan untuk Pemilik Hewan

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik hewan peliharaan untuk tidak memberikan obat manusia tanpa petunjuk dokter. Parasetamol, meskipun aman bagi manusia, dapat menjadi racun mematikan bagi kucing. Gejala keracunan meliputi pembengkakan wajah, kesulitan bernapas, dan kerusakan hati.

RS Hewan Baan Sat Yim mengimbau masyarakat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum memberikan obat apa pun kepada hewan kesayangan. Penanganan cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan hewan peliharaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga