IDAI: Pijat Bayi Totok Sirih Harus Aman dan Tak Menyakitkan
IDAI: Pijat Bayi Totok Sirih Harus Aman

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan tanggapan resmi terkait viralnya metode pijat bayi menggunakan teknik "totok sirih" yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Organisasi profesi dokter anak ini menegaskan pentingnya memastikan setiap sentuhan pada bayi dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Pentingnya Keamanan Sentuhan pada Bayi

IDAI mengingatkan bahwa bayi yang menangis keras saat dipijat bisa menjadi indikasi ketidaknyamanan atau bahkan rasa sakit. Oleh karena itu, proses stimulasi pada bayi seharusnya mengutamakan rasa aman, kelembutan, serta respons dari anak. Sentuhan yang kasar atau teknik yang tidak tepat dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan psikologis bayi.

Metode Totok Sirih yang Viral

Metode totok sirih menjadi perbincangan hangat di platform media sosial setelah sejumlah video menunjukkan praktik pijat bayi dengan tekanan tertentu. IDAI menekankan bahwa belum ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat metode tersebut, sehingga orang tua perlu berhati-hati sebelum menerapkannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rekomendasi IDAI untuk Orang Tua

  • Pastikan pemijat memiliki kompetensi dan pemahaman tentang anatomi bayi.
  • Hindari pemijatan jika bayi menunjukkan tanda ketidaknyamanan, seperti menangis atau meronta.
  • Konsultasikan dengan dokter anak sebelum mencoba metode pijat tertentu.

IDAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh konten viral di media sosial tanpa verifikasi dari tenaga kesehatan profesional. Keselamatan dan kenyamanan bayi harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan stimulasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga