Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, diperkirakan terdapat sekitar 600.000 hingga 650.000 kasus kebutaan yang disebabkan oleh katarak. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat membuka acara Bakti Sosial Operasi Katarak yang bekerja sama dengan Noor Dubai Foundation. Acara tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Jumat, 24 April 2026.
Dampak Sosial dan Produktivitas
Dalam sambutannya, Dante menekankan pentingnya penanganan katarak secara tepat. "Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka," ujar Dante sebagaimana dilansir dari Antara pada Minggu, 26 April 2026. Ia menambahkan bahwa kebutaan akibat katarak tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitar.
Katarak Penyebab Utama Kebutaan
Data yang dirilis oleh Kemenkes menunjukkan bahwa katarak menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun. Angkanya mencapai 81,2 persen dari total kasus kebutaan pada kelompok usia tersebut. Hal ini menegaskan bahwa katarak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan memerlukan perhatian khusus.
Upaya Penanganan Katarak
Bakti Sosial Operasi Katarak yang digelar merupakan salah satu upaya Kemenkes untuk menekan angka kebutaan. Kerja sama dengan Noor Dubai Foundation diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pasien yang membutuhkan operasi. Selain itu, Kemenkes juga terus menggencarkan edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan katarak.
Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan mata, terutama bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko kebutaan akibat katarak dapat diminimalkan, sehingga kualitas hidup penderita dapat meningkat.



