Bagi sebagian orang, menyimpan kentang di dalam laci sayur kulkas terdengar seperti ide yang bagus agar kentang tidak mudah bertunas atau menjadi lembek. Sayangnya, kebiasaan ini justru keliru besar. Menyimpan kentang di suhu dingin kulkas tidak hanya merusak tekstur dan rasanya, tetapi juga bisa memicu bahaya kesehatan yang cukup serius saat kentang tersebut dimasak.
Penjelasan Ilmiah di Balik Larangan
Dilansir dari ulasan ilmiah di laman resmi Mashed, larangan ini bukanlah mitos belaka, melainkan ada penjelasan sains yang sangat kuat di baliknya. Proses kimiawi yang terjadi pada kentang saat berada di dalam kulkas bisa mengubah kandungannya secara drastis.
Apa yang Terjadi pada Kentang di Kulkas?
Suhu dingin menyebabkan pati dalam kentang berubah menjadi gula melalui proses yang disebut cold sweetening. Akibatnya, kentang menjadi lebih manis dan saat dimasak pada suhu tinggi, gula tersebut bereaksi dengan asam amino asparagin membentuk akrilamida, senyawa yang diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).
Dampak pada Tekstur dan Rasa
Selain risiko kesehatan, kentang yang disimpan di kulkas juga mengalami perubahan tekstur menjadi lebih berpasir dan kurang enak saat digoreng atau direbus. Rasa manis yang tidak alami juga dapat mengubah cita rasa masakan.
Cara Menyimpan Kentang yang Benar
Untuk menjaga kualitas dan keamanan kentang, simpanlah di tempat yang sejuk, gelap, dan kering dengan suhu sekitar 7-10 derajat Celcius. Jauhi dari sinar matahari langsung dan jangan dicuci sebelum disimpan. Hindari juga menyimpan kentang bersama bawang bombay karena gas etilen dari bawang dapat mempercepat perkecambahan.
Dengan memahami penjelasan ilmiah ini, Anda dapat menghindari kesalahan dalam menyimpan kentang dan menjaga kesehatan keluarga. Jadi, mulai sekarang jangan lagi simpan kentang di kulkas!



