Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung hingga hari ke-9. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak pemerintah untuk terus memantau kondisi kesehatan warga di sekitar lokasi TPA, termasuk memberikan pendampingan psikologi bagi mereka yang terdampak.
Pentingnya Sistem Ketahanan Kesehatan Lingkungan
Yahya Zaini menekankan bahwa kebakaran di TPA Jatiwaringin menjadi pengingat akan pentingnya membangun sistem ketahanan kesehatan terhadap risiko lingkungan. "Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang menunjukkan pentingnya Indonesia membangun sistem ketahanan kesehatan terhadap risiko lingkungan," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, pemantauan kesehatan warga tidak boleh berhenti meskipun api telah padam. "Penanganan dampak kesehatan akibat faktor masalah lingkungan tidak cukup dilakukan hanya saat peristiwa terjadi. Pemerintah harus terus memantau kesehatan warga sampai periode meski kebakaran sudah padam," kata legislator Partai Golkar itu.
Potensi Masalah Kesehatan Jangka Panjang
Yahya mengingatkan bahwa saat ini infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mungkin menjadi masalah yang terlihat, namun potensi gangguan kesehatan lain bisa muncul di kemudian hari. "Mungkin saat ini yang ketahuan baru ISPA, namun potensi masalah kesehatan lain bisa muncul di kemudian hari sehingga pemerintah harus terus memantau perkembangan kesehatan warga di sekitar lokasi TPA yang terbakar," tambahnya.
Ia juga menyarankan adanya pendampingan psikologi bagi warga terdampak. "Termasuk dampak psiko-sosial masyarakat terdampak. Pendampingan psikologi dibutuhkan sebagai bagian dari trauma healing karena musibah lingkungan juga bisa berdampak pada kesehatan mental," jelasnya.
Perlunya Post-Disaster Health Monitoring
Yahya meminta pemerintah mengembangkan sistem pemantauan kesehatan pascakejadian (post-disaster health monitoring) bagi masyarakat terdampak kebakaran TPA. Ia menyinggung bahwa penanganan kesehatan umumnya berhenti setelah kondisi darurat dinyatakan selesai, padahal efeknya bisa berdampak panjang. "Monitoring kesehatan yang berkelanjutan penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang memadai sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih akurat," ujarnya.
Evakuasi 158 Warga Terdampak
Sementara itu, proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin masih berlangsung. Sebanyak 158 warga terdampak telah dievakuasi. Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran, Ruli Riatno, menyatakan bahwa pengungsi berasal dari dua desa, yaitu Tanjakan Mekar dan Rajeg Mulya. "Data pengungsian per papan posko, Selasa, 7 Juli. Desa Tanjakan Mekar: 44 KK atau 144 jiwa. Desa Rajeg Mulya: 7 KK atau 14 jiwa. Total 51 KK atau 158 jiwa," kata Ruli pada Selasa (7/7).



