26 Siswa di Pulogebang Masih Dirawat Usai Diduga Keracunan Makanan
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa sebanyak 26 siswa masih menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan makanan di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. Hingga saat ini, Dinkes DKI bersama Dinas Pendidikan terus melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa pada Jumat kemarin, terdapat 252 laporan dari orang tua yang anaknya mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 orang telah mengakses fasilitas kesehatan, dan 26 di antaranya masih dirawat hingga hari ini.
Ani menjelaskan bahwa gejala yang dialami siswa bervariasi, namun sebagian besar tidak tergolong berat. Seluruh pasien saat ini dirawat di ruang rawat inap biasa di beberapa rumah sakit, yaitu RS Citra Harapan Bekasi (12 pasien), RS Ananda (3 pasien), RSI Pondok Kopi (2 pasien), RS Resti Mulya (2 pasien), RS Firdaus (4 pasien), RSI Sukapura (2 pasien), dan RS Pekerja (1 pasien).
Dugaan sementara, keracunan berasal dari pangsit isi tahu yang disajikan. Kecurigaan ini muncul karena makanan tersebut dilaporkan memiliki rasa masam. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru akan keluar paling cepat pada Selasa depan.
Dinkes DKI juga telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pendidikan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Pulogebang yang menyiapkan makanan. Pengawasan meliputi inspeksi kesehatan lingkungan hingga pelatihan bagi penjamah makanan. SPPG Pulogebang mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan saat ini masih dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).



