Wamendagri Wiyagus Minta Desa Siaga TBC di Bogor Rampung Pertengahan 2026
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Wiyagus Yudanegara telah memberikan instruksi tegas agar program Desa Siaga TBC di Kabupaten Bogor dapat diselesaikan tepat waktu, yaitu pada pertengahan tahun 2026. Permintaan ini disampaikan dalam upaya mempercepat penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di wilayah tersebut.
Target Penanggulangan TBC di Bogor
Program Desa Siaga TBC merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mendeteksi, mencegah, dan mengobati kasus TBC secara dini. Kabupaten Bogor dipilih sebagai lokasi prioritas mengingat tingginya angka prevalensi TBC di daerah ini, yang memerlukan intervensi cepat dan terkoordinasi.
Wiyagus menekankan bahwa penyelesaian program ini pada pertengahan 2026 bukan hanya sekadar target administratif, tetapi juga komitmen nyata untuk mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup warga. "Kami ingin memastikan bahwa setiap desa di Bogor memiliki sistem siaga yang efektif untuk melawan TBC, sehingga tidak ada lagi kasus yang terlambat ditangani," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Langkah-Langkah Implementasi Program
Untuk mencapai target tersebut, beberapa langkah konkret telah direncanakan, antara lain:
- Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Pelatihan bagi kader kesehatan dan petugas desa dalam skrining dan penanganan TBC.
- Penyediaan Infrastruktur Pendukung: Pembangunan atau perbaikan fasilitas kesehatan desa untuk pemeriksaan dan pengobatan TBC.
- Kampanye Edukasi Masyarakat: Sosialisasi tentang gejala, pencegahan, dan pentingnya pengobatan TBC hingga tuntas.
- Kolaborasi Antar Lembaga: Kerja sama antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, dan organisasi masyarakat untuk memastikan program berjalan lancar.
Wiyagus juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. "Desa Siaga TBC bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas TBC," tambahnya.
Dampak yang Diharapkan
Dengan rampungnya program Desa Siaga TBC di Bogor pada pertengahan 2026, diharapkan terjadi penurunan signifikan dalam angka kasus baru TBC dan kematian akibat penyakit ini. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia, mengingat TBC masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban tinggi secara nasional.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program ini dan memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal anggaran dan regulasi, untuk memastikan target waktu tercapai. "Kami optimistis bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Desa Siaga TBC di Bogor akan menjadi contoh sukses dalam penanggulangan TBC di tingkat lokal," pungkas Wiyagus.