Hoaks BPJS Kesehatan Disebut Nonaktif Jika Tak Dipakai, Menyebut Mensos Saifullah
Di media sosial, beredar narasi yang mencatut nama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf pada pekan terakhir Februari 2026. Narasi ini menyebar dengan cepat dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Klaim Palsu dalam Narasi yang Beredar
Dalam narasi hoaks tersebut, Saifullah Yusuf disebut-sebut menyatakan bahwa masyarakat yang tidak memanfaatkan kepesertaan BPJS Kesehatannya dalam jangka waktu satu tahun akan dinonaktifkan. Alasan yang diberikan adalah peserta tersebut dianggap mampu secara finansial dan tidak memerlukan layanan kesehatan dari BPJS.
Klaim ini disebarkan melalui beberapa unggahan di platform media sosial, terutama di Facebook. Akun-akun yang menyebarkan informasi palsu ini termasuk dalam daftar yang telah diidentifikasi oleh tim penelusur.
Penelusuran dan Verifikasi Fakta
Berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mencatut Mensos Saifullah Yusuf ini terbukti tidak benar atau merupakan hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari Kementerian Sosial atau BPJS Kesehatan yang mendukung klaim tersebut.
Proses verifikasi menunjukkan bahwa informasi ini sengaja disebarkan untuk menciptakan kebingungan dan kecemasan di tengah masyarakat. BPJS Kesehatan sendiri memiliki mekanisme yang jelas terkait kepesertaan dan tidak ada aturan yang menyebutkan penonaktifan otomatis karena tidak memanfaatkan layanan dalam setahun.
Dampak dan Imbauan kepada Masyarakat
Peredaran hoaks semacam ini dapat meresahkan peserta BPJS Kesehatan dan mengganggu pemahaman publik tentang program jaminan sosial. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.
Gunakan sumber resmi seperti situs web BPJS Kesehatan atau kementerian terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat. Hindari terpancing oleh narasi-narasi yang tidak jelas sumbernya dan mencatut nama pejabat publik.
