BPJS Kesehatan Tunggu Keputusan Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Rp 14 Triliun
BPJS Kesehatan Tunggu Keputusan Penghapusan Tunggakan Iuran JKN

Jakarta - BPJS Kesehatan masih menanti keputusan resmi pemerintah mengenai rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai Rp 14 triliun. Kebijakan ini diperkirakan akan menyasar sekitar 23 juta peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Berharap Segera Ditandatangani

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa hingga saat ini aturan terkait pemutihan tunggakan tersebut belum direalisasikan. Namun, ia optimis proses ini dapat segera terlaksana.

"Belum, sekarang belum ditandatangani, kita tunggu ya sama-sama ya. Moga-moga segera ditandatangani," ujar Prihati di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Prihati, tunggakan yang akan dihapus adalah milik peserta yang sudah menunggak dalam jangka waktu panjang. Ia berharap setelah pemutihan, peserta tidak kembali menunggak.

"Siapa yang nunggak, kalau memang ditandatangani ya hapus. Tetapi mereka yang mampu bayar iuran lanjut menjadi peserta aktif dan itu jangan diulangi lagi nunggaknya," tuturnya.

Menteri Keuangan Kirim Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa rencana pemutihan atau penghapusan tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan telah disetujui. Saat ini, tinggal menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).

"Itu sudah setujui, tinggal mungkin detail peraturan Presiden kalau nggak salah," kata Purbaya di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya telah mentransfer Rp 20 triliun ke BPJS Kesehatan agar program tersebut dapat segera dieksekusi.

"Uangnya sudah saya kirim ke BPJS, jadi mereka bisa eksekusi kapan saja. Saya sudah keluarin kalau nggak salah Rp 20 triliun," tutur Purbaya.

Pembahasan lebih lengkap dapat disaksikan dalam program detikPagi edisi Rabu (10/6/2026). Nikmati menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung melalui live streaming setiap Senin-Jumat pukul 08.00-11.00 WIB di 20.detik.com, YouTube, TikTok, dan Facebook detikcom. Jangan lupa untuk berbagi ide, cerita, atau pertanyaan melalui kolom live chat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga