Bayi Prematur Rentan Terhadap Gangguan Ginjal
KOMPAS.com - Bayi yang dilahirkan secara prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan ginjal di kemudian hari. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi RS Pondok Indah, Henny Adriani Puspitasari, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Kompas.com.
Menurut dr. Henny, orangtua perlu waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Ia mengimbau para orangtua untuk secara rutin memantau tumbuh kembang anak serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hal ini terutama penting bagi anak-anak yang memiliki riwayat lahir prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR).
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal pada Anak
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam menangani gangguan ginjal pada anak. dr. Henny menjelaskan bahwa penyakit ginjal pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas pada tahap awal. Gejala seperti pembengkakan, perubahan warna urine, atau tekanan darah tinggi mungkin baru muncul ketika kondisi sudah cukup parah.
Oleh karena itu, pemeriksaan rutin seperti tes urine dan darah sangat dianjurkan untuk mendeteksi kelainan ginjal sedini mungkin. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan.
Faktor Risiko Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain prematuritas dan BBLR, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal pada anak, antara lain riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, infeksi saluran kemih berulang, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Orangtua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak jika mencurigai adanya masalah pada ginjal anak.
Dengan pemantauan yang tepat dan deteksi dini, kualitas hidup anak dengan risiko gangguan ginjal dapat ditingkatkan. dr. Henny menekankan bahwa peran orangtua sangat vital dalam menjaga kesehatan ginjal anak sejak usia dini.



