Banjir Jakarta Meluas, 148 RT dan 20 Jalan Terendam Akibat Hujan Semalaman
Banjir Jakarta: 148 RT dan 20 Jalan Terendam Hujan

Banjir Jakarta Meluas, 148 RT dan 20 Jalan Terendam Akibat Hujan Semalaman

Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah memperbarui data titik banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota akibat hujan deras yang turun semalaman. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Minggu, 8 Maret 2026, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 148 Rukun Tetangga (RT) dan 20 jalan tergenang air.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 148 RT dan 20 Jalan tergenang," jelas Isnawa Adji. Data ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari laporan sebelumnya, dengan ketinggian banjir di beberapa lokasi bahkan mencapai 150 sentimeter, menimbulkan gangguan aktivitas warga dan lalu lintas.

Wilayah Terdampak dan Penyebab Banjir

Berdasarkan pemutakhiran data, banjir tersebar di berbagai wilayah Jakarta dengan penyebab utama berupa curah hujan tinggi dan luapan sungai. Berikut adalah rincian wilayah terdampak:

  • Jakarta Barat: Terdapat 33 RT yang terendam, dengan lokasi seperti Kelurahan Kedaung Kali Angke (4 RT, ketinggian 80 cm), Rawa Buaya (9 RT, ketinggian 60-120 cm), dan Kedoya Selatan (4 RT, ketinggian 100 cm). Penyebabnya didominasi oleh curah hujan tinggi, serta luapan Kali Bendungan Kali Pelopor di Kembangan Selatan.
  • Jakarta Selatan: Sebanyak 55 RT terdampak, termasuk Kelurahan Petogogan (39 RT, ketinggian 70 cm) dan Duren Tiga (3 RT, ketinggian 80-150 cm). Selain hujan, luapan Kali Krukut, Kali PHB Nipam, dan Kali Mampang turut memperparah kondisi.
  • Jakarta Timur: Menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yaitu 60 RT, seperti di Kampung Melayu (16 RT, ketinggian 80-125 cm) dan Halim Perdana Kusuma (15 RT, ketinggian 40-90 cm). Luapan Kali Ciliwung dan Kali Sunter menjadi faktor penyebab tambahan.

Adapun 20 jalan yang tergenang meliputi Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot, Jalan Kapten Pierre Tendean, dan Jalan Rengas Raya, dengan ketinggian genangan antara 10 hingga 40 sentimeter. Semua jalan ini mengalami gangguan akibat curah hujan tinggi yang berkelanjutan.

Upaya Penanggulangan dan Dampak pada Warga

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personelnya untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah secara intensif. "Kami berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," tambah Isnawa Adji. Upaya ini bertujuan mengurangi dampak banjir dan mempercepat normalisasi kondisi.

Dampak banjir juga dirasakan oleh warga, dengan sebanyak 46 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 72 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka ditempatkan sementara di Musala Al Inayah, Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan darurat.

Kejadian ini mengingatkan kembali pada kerentanan Jakarta terhadap bencana banjir, terutama di musim hujan. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang lebih besar.