Munculnya laporan kasus hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius baru-baru ini membangkitkan kembali ingatan kolektif akan wabah serupa yang terjadi di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat, pada tahun 2012 silam. Dokter Shiv Sudhakar, seorang spesialis penyakit menular yang terlibat langsung dalam penanganan pasien saat wabah Yosemite, membagikan perspektifnya mengenai bahaya hantavirus dan berbagai miskonsepsi yang berkembang di masyarakat.
Pengalaman Menangani Pasien Kritis
Berdasarkan pengalamannya merawat pasien kritis 14 tahun lalu, Sudhakar menekankan bahwa kewaspadaan terhadap gejala hantavirus sangat krusial, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar. Berikut adalah 5 hal penting yang sering disalahpahami masyarakat mengenai hantavirus menurut penjelasan Shiv Sudhakar, dilansir dari Today:
1. Hantavirus Hanya Menular Melalui Tikus
Banyak yang mengira hantavirus hanya menular melalui gigitan tikus. Faktanya, virus ini menyebar melalui udara ketika kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi mengering dan menjadi debu. Menghirup partikel tersebut dapat menyebabkan infeksi.
2. Gejala Hantavirus Selalu Parah
Tidak semua kasus hantavirus berakibat fatal. Gejala awal mirip flu, seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan. Namun, jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi sindrom paru akibat hantavirus (HPS) yang mengancam jiwa.
3. Hantavirus Tidak Berbahaya di Lingkungan Bersih
Lingkungan bersih sekalipun tetap berisiko jika terdapat tikus. Kapal pesiar, hotel, atau gudang yang jarang dibersihkan secara menyeluruh bisa menjadi sarang tikus. Kebersihan rutin dan pengendalian hama sangat penting.
4. Vaksinasi Dapat Mencegah Hantavirus
Saat ini belum ada vaksin untuk hantavirus. Pencegahan terbaik adalah menghindari kontak dengan tikus dan tempat yang mungkin terkontaminasi. Jika bepergian ke daerah endemis, gunakan masker dan jaga kebersihan.
5. Hantavirus Hanya Ada di Pedesaan
Hantavirus dapat ditemukan di mana saja, termasuk perkotaan. Kasus di kapal pesiar menunjukkan bahwa virus ini bisa muncul di lokasi tak terduga. Kewaspadaan tetap diperlukan di semua lingkungan.
Dengan memahami fakta-fakta ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak mudah terjebak miskonsepsi. Jika mengalami gejala setelah terpapar lingkungan berisiko, segera konsultasi ke dokter.



