Klaim Viral Kuis Tebak Kata Rp 100 Juta Hotman Paris Terbukti Hoaks Manipulasi
Sebuah klaim yang beredar luas di media sosial pada bulan Februari 2026 menghebohkan publik dengan menginformasikan bahwa pengacara ternama Hotman Paris dikabarkan mengadakan kuis tebak kata dengan hadiah fantastis senilai Rp 100 juta. Narasi ini menyebar dengan cepat melalui berbagai platform digital, menciptakan ekspektasi tinggi di kalangan pengguna internet.
Penyebaran Konten Palsu di Media Sosial
Klaim tersebut pertama kali muncul dan dibagikan oleh beberapa akun Facebook yang tidak terverifikasi. Akun-akun ini memposting video yang menampilkan Hotman Paris sedang berbicara langsung kepada kamera, seolah-olah mengumumkan secara resmi bahwa ia sedang menyelenggarakan kuis tebak kata dengan hadiah uang tunai dalam jumlah besar. Video tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat sangat meyakinkan dan autentik, sehingga banyak netizen yang tertarik dan turut membagikannya.
Namun, berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, konten yang beredar tersebut ternyata merupakan hasil manipulasi digital. Tim tersebut melakukan penelusuran menyeluruh terhadap sumber video dan narasi yang terkait, serta menganalisis metadata dan konteks penyebarannya. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada bukti valid atau pernyataan resmi dari Hotman Paris atau perwakilannya yang mendukung klaim tersebut.
Dampak dan Implikasi dari Hoaks Ini
Penyebaran hoaks semacam ini tidak hanya menyesatkan publik tetapi juga berpotensi merugikan banyak pihak. Banyak orang yang mungkin tertipu dan mencoba berpartisipasi dalam kuis yang tidak pernah ada, menghabiskan waktu dan energi secara sia-sia. Selain itu, hal ini dapat merusak reputasi Hotman Paris sebagai figur publik, meskipun ia tidak terlibat dalam skema tersebut.
Fenomena manipulasi konten di media sosial semakin marak terjadi, dengan pelaku seringkali memanfaatkan nama tokoh terkenal untuk menarik perhatian dan meningkatkan engagement. Kasus ini mengingatkan pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi online. Masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya, terutama jika melibatkan iming-iming hadiah besar.
Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan bahwa upaya mereka dalam mengungkap hoaks ini merupakan bagian dari komitmen untuk memerangi disinformasi di ruang digital Indonesia. Mereka mendorong pengguna media sosial untuk melaporkan konten mencurigakan dan mengandalkan sumber berita terpercaya.