Kartun animasi populer Masha and The Bear, yang ditonton jutaan anak-anak di seluruh dunia termasuk Indonesia, kembali menjadi sorotan. Sejumlah anggota parlemen Inggris menuding serial asal Rusia ini mengandung propaganda perang yang halus. Tuduhan tersebut disampaikan dalam sebuah sesi parlemen yang menyerukan Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, untuk mengkaji materi promosi serial tersebut.
Episode Recipe for Disaster Jadi Kontroversi
Episode yang menjadi pusat kontroversi berjudul Recipe for Disaster. Dalam episode ini, karakter Masha terlihat mengenakan topi tentara dengan bintang lima merah, yang sangat mirip dengan atribut penjaga perbatasan Uni Soviet. Masha dengan riang bersiap menjadi seorang prajurit. Parlemen Inggris menilai ini sebagai bentuk propaganda halus Rusia yang memperkenalkan simbol militer kepada anak-anak di tengah konflik Rusia-Ukraina.
Menurut laporan, anggota parlemen khawatir bahwa serial yang tampaknya tidak berbahaya ini justru menanamkan citra positif tentang militer Rusia pada pemirsa muda. Mereka mendesak pemerintah Inggris untuk menyelidiki apakah ada upaya sistematis dari Rusia untuk menggunakan media anak-anak sebagai alat propaganda.
Dampak dan Respons
Kontroversi ini memicu perdebatan tentang batas antara hiburan dan propaganda. Masha and The Bear sendiri telah menjadi fenomena global dengan lebih dari 100 miliar tayangan di YouTube. Di Indonesia, serial ini juga sangat populer dan sering ditayangkan di berbagai platform streaming.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak produser Masha and The Bear, Animaccord, maupun dari pemerintah Rusia. Namun, isu ini menambah daftar panjang kekhawatiran tentang pengaruh konten asing pada anak-anak di tengah ketegangan geopolitik.



