Suami Mpok Alpa Jalani Puasa dan Lebaran Pertama Tanpa Sang Istri
Suami Mpok Alpa Jalani Lebaran Pertama Tanpa Istri

Suami Mpok Alpa Jalani Puasa dan Lebaran Pertama Tanpa Sang Istri

Aji Darmaji, suami mendiang komedian Mpok Alpa, tak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam yang ia rasakan saat menjalani ibadah puasa Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Kepergian sang istri, yang meninggal dunia pada 15 Agustus 2025 setelah berjuang melawan penyakit kanker payudara, meninggalkan luka yang sulit terobati bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kesedihan yang Tak Terungkap

Dalam sebuah wawancara di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Selasa (17/3/2026), Aji mengungkapkan perasaannya dengan terbuka. Ia menggambarkan situasi ini sebagai sesuatu yang tak terduga dan penuh kepedihan. "Ya seperti hal-hal yang enggak kita sangka, kayak gitu kan. Namanya kehilangan seorang ibu nih, saya juga kehilangan seorang istri, saya kuat-kuatin aja, tegar-tegarin di depan anak kayak gitu," ujarnya dengan suara bergetar.

Kepergian Mpok Alpa, yang dikenal sebagai sosok ibu dan istri yang ceria, telah menciptakan kekosongan besar dalam kehidupan keluarga. Aji mengaku harus berusaha keras untuk tetap tegar, terutama di hadapan anak-anak mereka, meski hatinya dipenuhi duka. Ramadhan dan Lebaran tahun ini menjadi momen pertama yang harus dijalani tanpa kehadiran sang istri tercinta.

Perjuangan Melawan Kanker Payudara

Mpok Alpa, komedian yang terkenal dengan tawa dan keceriaannya, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker payudara. Perjuangan panjangnya melawan penyakit tersebut telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, namun akhirnya ia harus menghembuskan napas terakhir pada Agustus 2025. Kematiannya tidak hanya menjadi kehilangan bagi dunia hiburan, tetapi juga meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat.

Keluarga, termasuk putri sulung Mpok Alpa, sebelumnya juga telah mengungkapkan betapa beratnya menjalani Ramadhan pertama tanpa sang ibu. Mereka menggambarkan momen ini sebagai tantangan terberat yang harus dihadapi bersama.

Meski diliputi kesedihan, Aji berusaha untuk tetap kuat dan melanjutkan hidup demi anak-anaknya. Ia berharap bisa melewati momen-momen sulit ini dengan penuh ketabahan, mengingat kenangan indah bersama Mpok Alpa sebagai sumber kekuatan.