JAKARTA - Penyanyi legendaris dangdut Rhoma Irama telah mengambil langkah nyata untuk membantu rekan-rekan seniman yang terdampak masalah royalti. Dalam aksi kepeduliannya, ia menyumbangkan dana sebesar Rp 100 juta kepada Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Asosiasi Royalti Dangdut Indonesia (ARDI) dan Royalti Anugerah Indonesia (RAI).
Bantuan untuk Anggota ARDI dan RAI
Sumbangan ini diumumkan melalui siaran pers pada Rabu, 18 Maret 2026. Rhoma Irama menyatakan bahwa bantuannya bertujuan untuk meringankan beban para anggota ARDI dan RAI yang menghadapi kesulitan akibat royalti yang belum dicairkan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).
"Ini adalah bentuk kepedulian saya atas situasi yang sedang terjadi," ujar Rhoma Irama dalam pernyataannya. Ia menekankan bahwa sumbangan ini khususnya ditujukan untuk membantu para anggota menjelang perayaan Idul Fitri, momen yang seharusnya penuh sukacita namun terasa berat bagi mereka yang terdampak.
Latar Belakang Keluhan Royalti
Isu royalti ini sebelumnya telah mencuat dalam sebuah diskusi virtual yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dangdut ternama. Acara tersebut melibatkan Ikke Nurjanah, Rhoma Irama sendiri, dan Elvy Sukaesih, bersama dengan para anggota ARDI.
Dalam diskusi itu, berbagai keluhan mengenai keterlambatan atau ketidakcairan royalti bagi anggota ARDI dan RAI dibahas secara mendalam. Para seniman menyuarakan keprihatinan mereka atas dampak finansial yang dirasakan, terutama dalam menghadapi kebutuhan hidup sehari-hari dan momen penting seperti hari raya.
Rhoma Irama, sebagai salah satu figur senior di industri dangdut, merasa terpanggil untuk turun tangan langsung. Sumbangannya tidak hanya berupa dana, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dalam komunitas musik dangdut Indonesia.
Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan sedikit kelegaan bagi para anggota yang terdampak, sambil menunggu penyelesaian lebih lanjut dari pihak LMKN terkait pencairan royalti yang tertunda. Langkah Rhoma Irama ini juga menginspirasi kepedulian sosial di kalangan publik figur terhadap isu-isu yang memengaruhi rekan seprofesi mereka.
