Raffi Ahmad Dituduh Sebarkan Promo Motor Murah Palsu di Media Sosial
Selebritas ternama Indonesia, Raffi Ahmad, menjadi sorotan setelah dinarasikan mengadakan program tebus murah untuk sepeda motor dengan harga yang sangat rendah, yaitu hanya Rp 600.000. Narasi ini mulai beredar luas di berbagai platform media sosial pada pertengahan bulan Februari 2026, menarik perhatian banyak netizen yang penasaran dengan tawaran tersebut.
Isi Video yang Viral
Dalam unggahan video yang viral tersebut, terdengar suara yang diklaim sebagai Raffi Ahmad sedang berbicara mengenai promo sepeda motor khusus bagi para pengikutnya. Ia meminta netizen untuk melakukan beberapa aksi sederhana seperti follow, like, dan posting ulang video tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan kesempatan membeli motor dengan harga murah. Video itu juga menampilkan visual sebuah sepeda motor Honda PCX berwarna putih, yang diklaim dapat ditebus dengan harga fantastis sebesar Rp 600.000.
Namun, muncul pertanyaan besar di kalangan masyarakat: Benarkah Raffi Ahmad sendiri yang menawarkan promo sepeda motor murah ini? Banyak yang mulai meragukan keaslian tawaran tersebut, mengingat harga yang disebutkan jauh di bawah pasaran dan metode promosi yang terkesan tidak lazim untuk seorang selebritas sekaliber Raffi Ahmad.
Kecurigaan dan Potensi Hoaks
Beberapa ahli media dan pengamat digital menyoroti bahwa narasi semacam ini sering kali merupakan bagian dari skema penipuan atau hoaks yang dirancang untuk memanfaatkan popularitas figur publik. Mereka menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkan konten semacam itu. Raffi Ahmad sendiri, melalui timnya, belum memberikan pernyataan resmi terkait video ini, sehingga kebenarannya masih dipertanyakan.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran-tawaran yang terlalu menggiurkan di media sosial, terutama yang melibatkan selebritas tanpa konfirmasi langsung. Langkah-langkah seperti memeriksa sumber asli dan menghubungi pihak terkait dapat membantu mencegah penyebaran informasi palsu yang berpotensi merugikan banyak pihak.
