Mohan Hazian Bantah Tuduhan Pemerkosaan yang Viral di Media Sosial
Nama Mohan Hazian, seorang pengusaha dan penulis terkenal, mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan di media sosial mengklaim bahwa ia terlibat dalam kasus kekerasan seksual. Unggahan tersebut, yang dibuat oleh seorang wanita dengan inisial M, menyebutkan bahwa ia mengalami trauma akibat insiden saat sesi pemotretan. Konten itu dengan cepat menyebar dan mengaitkan Mohan Hazian sebagai pelaku, memicu gelombang diskusi dan kecaman online.
Klarifikasi Resmi dan Permintaan Maaf
Menanggapi kegaduhan tersebut, Mohan Hazian akhirnya muncul dengan pernyataan resmi melalui akun Instagram pribadinya, @mohanhazian. Dalam klarifikasinya, ia menyatakan bahwa awalnya berencana menggelar konferensi pers, namun memilih untuk menyampaikan pesan secara langsung dan tertulis. Mohan dengan tegas membantah tuduhan bahwa ia adalah seorang pemerkosa atau pernah melakukan pemerkosaan terhadap siapa pun.
"Saya juga menyadari bahwa sebagai manusia saya memiliki banyak kekurangan dan pernah mengambil keputusan di masa lalu yang tidak bijak serta berdampak luas, namun yang harus saya garis bawahi saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapapun," tulis Mohan dalam pernyataannya yang panjang.
Ia mengakui bahwa tindakannya di masa lalu telah menyebabkan dampak negatif, terutama terhadap keluarganya, termasuk istri dan anaknya. Mohan memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menyatakan kesediaannya untuk menerima konsekuensi, termasuk kehilangan pekerjaan dan kepercayaan publik, sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dukungan untuk Korban dari Penerbit Shira Media
Sebelum klarifikasi Mohan Hazian, penerbit Shira Media telah mengambil langkah tegas dengan menarik semua buku karya Mohan Hazian dari peredaran. Keputusan ini diumumkan dalam pernyataan tertulis pada tanggal 9 Februari 2026 dari Yogyakarta, sebagai bentuk komitmen terhadap etika, integritas, dan keberpihakan pada korban.
Shira Media menginstruksikan seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari pasaran. Selain itu, penerbit juga menghentikan semua aktivitas komersial terkait, termasuk pencetakan ulang, distribusi, promosi, dan rencana kerja sama di masa depan.
Dalam pernyataannya, Shira Media menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga ruang literasi yang aman, adil, dan berintegritas bagi semua pihak. Mereka mendukung proses investigasi yang transparan dan berpihak pada korban hingga hak-haknya terpenuhi.
Dampak dan Respons Publik
Kasus ini telah menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, dengan banyak netizen menyoroti pentingnya mendengarkan suara korban dan memastikan keadilan. Klarifikasi Mohan Hazian, meskipun membantah tuduhan utama, mengakui kesalahan pribadinya yang telah menimbulkan luka dan kekecewaan.
Ia berharap publik dapat menilai situasi ini dengan jernih dan tidak hanya berdasarkan informasi yang belum terverifikasi sepenuhnya. Mohan juga meminta agar orang-orang di sekitarnya yang tidak terlibat tidak ikut terseret dalam kontroversi ini.
Dengan penarikan buku oleh Shira Media dan pernyataan Mohan Hazian, kasus ini terus menjadi perbincangan hangat, menyoroti isu kekerasan seksual, tanggung jawab publik, dan etika dalam dunia bisnis serta literasi di Indonesia.