Penerbit Shira Media Tarik Buku Mohan Hazian Usai Dugaan Pelecehan Seksual
Shira Media Tarik Buku Mohan Hazian karena Dugaan Pelecehan

Penerbit Shira Media Putuskan Kerja Sama dan Tarik Buku Mohan Hazian

Nama penulis Mohan Hazian kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pelecehan seksual terhadap seorang wanita. Menanggapi hal ini, penerbit Shira Media mengambil langkah tegas dengan memutuskan seluruh kerja sama dan menarik buku-buku karya Mohan Hazian dari pasaran.

Keputusan tersebut diumumkan dalam pernyataan resmi tertanggal 9 Februari 2026 di Yogyakarta. Shira Media meminta seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari peredaran.

Komitmen Penerbit terhadap Etika dan Korban

Shira Media menegaskan telah menghentikan seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian, termasuk pencetakan ulang, distribusi, promosi, serta kerja sama penerbitan di masa mendatang. "Pernyataan ini kami sampaikan sebagai sikap resmi dan terbuka kepada publik," tulis Shira Media.

Penerbit juga menyatakan dukungannya terhadap proses penanganan dan investigasi yang transparan, adil, serta berpihak pada korban hingga hak-haknya terpenuhi. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga ruang literasi yang aman, adil, dan berintegritas bagi seluruh pihak.

Mohan Hazian Membuka Suara dan Meminta Maaf

Setelah dugaan pelecehan seksual viral dan Shira Media memutuskan kerja sama, Mohan Hazian akhirnya buka suara. Dia meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan dampak yang dirasakan banyak pihak melalui akun Instagram @mohanhazian.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kegaduhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan luka bagi banyak orang," ujarnya.

Mohan Hazian membantah keras tudingan pemerkosaan yang dialamatkan kepadanya. "Saya bukan seorang pemerkosa dan tidak pernah memperkosa siapa pun," tegasnya. Namun, dia mengakui pernah melakukan kesalahan di masa lalu yang berkaitan dengan hubungan dengan perempuan lain.

Pengakuan Kesalahan dan Kesiapan Menerima Konsekuensi

Mohan menyebut perbuatannya tersebut telah berdampak besar terhadap keluarganya, terutama istri dan anaknya, serta tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. "Semua kesalahan itu adalah kekhilafan saya dan menjadi tanggung jawab pribadi saya," katanya.

Dia juga berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan ini secara jernih dan adil, serta tidak hanya berpatokan pada informasi yang belum terverifikasi sepenuhnya. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Dalam pernyataannya, Mohan mengaku siap menerima berbagai konsekuensi atas peristiwa yang terjadi, termasuk kehilangan pekerjaan dan kepercayaan publik. "Kehilangan banyak hal menjadi pelajaran yang sangat berat bagi saya," ungkapnya.

Dia menilai hal tersebut sebagai proses pembelajaran untuk memperbaiki diri ke depan. Mohan juga meminta agar pihak-pihak di sekitarnya yang tidak mengetahui persoalan ini tidak ikut diseret atau disangkutpautkan, menegaskan bahwa seluruh kesalahan merupakan tanggung jawab pribadinya.

Harapan untuk Proses Hukum dan Perubahan

Di akhir pernyataannya, Mohan menyampaikan harapan agar waktu, proses hukum, dan perubahan yang dia upayakan dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban nyata. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang masih memberikan doa dan dukungan.

"Tidak ada kata lain selain memohon maaf kepada semua pihak yang merasa kecewa dan terluka," tutupnya. Kasus ini terus berkembang dan menjadi perhatian publik, dengan Shira Media menunjukkan komitmen kuat terhadap etika penerbitan.