Pengusaha Insanul Fahmi dengan tegas menyatakan keinginannya untuk tetap mempertahankan ikatan rumah tangganya, meskipun sang istri, Wardatina Mawa, diketahui berencana melayangkan gugatan cerai. Pernyataan ini disampaikan Insanul dalam sebuah pertemuan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini, di mana ia menegaskan komitmennya menjaga keutuhan keluarga.
Keputusan Berdasarkan Pertimbangan Keluarga
Insanul Fahmi menjelaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan pernikahan ini didasari oleh keinginan kuatnya menjaga keutuhan keluarga, terutama demi kebaikan anak mereka. "Ya, saya tetap konsisten berikhtiar untuk mempertahankan rumah tangga karena ada anak ya," ujar Insanul dengan nada serius. Ia menambahkan bahwa faktor anak menjadi pertimbangan utama dalam langkahnya ini, mengingat pentingnya lingkungan keluarga yang harmonis bagi perkembangan buah hati mereka.
Rencana dan Cita-Cita Bersama di Masa Depan
Lebih lanjut, Insanul mengungkapkan bahwa dirinya dan Wardatina Mawa masih memiliki banyak rencana serta cita-cita yang ingin diwujudkan bersama di masa depan. "Kami berdua masih punya banyak mimpi dan target yang belum tercapai, dan saya yakin kita bisa melewati ini sebagai sebuah keluarga," katanya. Pernyataan ini menunjukkan harapannya bahwa perbedaan pendapat atau masalah yang terjadi dapat diselesaikan tanpa harus berakhir dengan perceraian.
Insanul juga menekankan bahwa komunikasi dan upaya rekonsiliasi terus dilakukan, meski tantangan dalam rumah tangga mungkin ada. Ia berharap bahwa dengan kesabaran dan niat baik, hubungan mereka dapat diperbaiki dan diperkuat kembali. "Perceraian bukanlah solusi yang saya inginkan, saya lebih memilih untuk memperbaiki dan membangun kembali apa yang sudah kami miliki," tambahnya dengan penuh keyakinan.
Situasi ini menarik perhatian publik, mengingat Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa sebelumnya telah menjadi sorotan media. Namun, Insanul memilih untuk fokus pada upaya internal keluarga, tanpa banyak berkomentar lebih lanjut mengenai detail rencana gugatan cerai dari sang istri. Ia berpesan agar masyarakat dapat menghormati privasi keluarga mereka selama proses ini berlangsung.