Grup band legendaris Indonesia, Slank, resmi merilis album studio ke-26 mereka yang diberi tajuk Republik Fufufafa. Sebelum album ini hadir, Slank terlebih dahulu meluncurkan dua lagu andalan, yaitu Republik Fufufafa dan PPN 12%, yang keduanya merupakan ciptaan dari sang drumer, Bimbim.
Empat Unsur Utama dalam Album
Dalam album terbarunya, Slank mengangkat empat unsur utama yang menjadi fondasi karya mereka. Keempat unsur tersebut meliputi cinta, alam, sosial, dan youth atau anak muda. Hal ini diungkapkan oleh Bimbim dalam jumpa pers yang digelar di Markas Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (5/6/2026).
Kritik Sosial yang Masih Kental
Sesuai dengan ciri khas Slank yang kerap menyuarakan kritik sosial, album Republik Fufufafa juga tidak lepas dari sentuhan tersebut. Salah satu lagu yang mengandung kritik tajam adalah Jangan Rakus. Bimbim menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari kegelisahan terhadap maraknya praktik korupsi di Indonesia.
"Sebenarnya kita kan di hari-hari ini dikasih tontonan tentang korupsi. Korupsi kan basisnya merasa kurang terus sampai akhirnya butuh untuk korupsi. Lagu ini tentang korupsi yang nakal," ujar Bimbim. Namun, ia juga menegaskan bahwa lagu Jangan Rakus tidak semata-mata berbicara soal korupsi, melainkan juga tentang cinta dalam makna yang luas.
Album Republik Fufufafa menjadi bukti bahwa Slank tetap konsisten menyuarakan isu-isu sosial melalui musik mereka, tanpa meninggalkan tema cinta dan semangat anak muda yang telah menjadi identitas band ini sejak awal berdiri.



