KOMPAS.com - Dave Grohl akhirnya membuka kembali salah satu fase paling gelap dalam hidupnya: kehilangan sahabat sekaligus rekan bandnya di Nirvana, Kurt Cobain. Dalam wawancara di The Late Show with Stephen Colbert pada Senin (4/5), Grohl menceritakan bagaimana ia sempat kehilangan arah setelah Nirvana bubar pada 1994, tak lama setelah Cobain meninggal dunia.
Kehilangan Arah Setelah Nirvana Bubar
“Waktu itu saya tidak tahu harus melakukan apa. Bahkan, saya tidak yakin ingin terus bermain musik,” kata Grohl. “Kehilangan Nirvana dan Kurt adalah pengalaman yang sangat gelap dan emosional.” Ia mengaku bahwa masa itu menjadi titik terendah dalam hidupnya, di mana ia merasa kehilangan tujuan dan semangat untuk melanjutkan karier bermusik.
Perjalanan ke Irlandia sebagai Pelarian
Dalam upaya mencari ketenangan, Grohl melakukan perjalanan seorang diri menyusuri Ring of Kerry di Irlandia. Perjalanan itu awalnya terasa seperti pelarian—hingga sebuah momen tak terduga mengubah cara pandangnya. Ia tidak menyangka bahwa keindahan alam dan kesendirian justru membantunya menemukan kembali jati dirinya sebagai musisi.
Grohl mengakui bahwa proses penyembuhan membutuhkan waktu, dan perjalanan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia kemudian mendirikan band Foo Fighters yang sukses besar di industri musik. Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mengalami kehilangan dan kesulitan dalam hidup.



