Saja al-Masri hanya bisa menata beberapa barang sederhana di dalam tenda yang akan menjadi tempat tinggalnya setelah menikah dengan Mohammed Ahliwat. Di dalam tenda itu, hanya ada dua kasur tipis, sudut kecil untuk memasak, serta kamar mandi darurat yang dibuat dari potongan kayu dan lembaran plastik.
Saja, perempuan berusia 22 tahun, dan Mohammed, pria berusia 27 tahun, bertunangan setahun lalu saat keluarga mereka sama-sama mengungsi akibat perang di Gaza. Keduanya kini tinggal di kamp pengungsian di Deir el-Balah, Gaza tengah, sambil berusaha mempersiapkan pernikahan yang jauh dari bayangan ideal.
Kehidupan di Kamp Pengungsian
Kehidupan di kamp pengungsian penuh dengan keterbatasan. Setiap hari, pasangan ini harus berjuang untuk mendapatkan air bersih, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya. Meskipun demikian, mereka berusaha untuk tetap optimis dan menjalani hidup bersama.
Harapan di Tengah Keterbatasan
Meskipun pernikahan mereka jauh dari sempurna, Saja dan Mohammed berharap suatu hari nanti mereka bisa memiliki rumah yang layak dan kehidupan yang lebih baik. Mereka berdoa agar perang segera berakhir dan mereka bisa kembali ke kehidupan normal.
Kisah mereka adalah salah satu dari ribuan kisah serupa di Gaza, di mana perang telah menghancurkan rumah dan impian banyak orang. Namun, semangat untuk terus hidup dan mencintai tetap menyala di tengah reruntuhan.



