Bad Bunny Bawa Pesan Puerto Rico dan Persatuan di Super Bowl Halftime Show
Penampilan Bad Bunny di pertunjukan paruh waktu Super Bowl telah menjadi sorotan luas karena sarat dengan pesan kebanggaan terhadap tanah kelahirannya, Puerto Rico, serta ajakan untuk persatuan di kawasan Amerika. Sebagaimana dilaporkan oleh BBC pada Senin, 9 Februari 2026, musisi berusia 31 tahun ini menghadirkan pertunjukan yang berlangsung selama sekitar 14 menit, yang dikemas seperti sebuah surat cinta untuk budaya Karibia.
Visual dan Latar yang Kuat
Pertunjukan tersebut menampilkan visual yang kuat, dengan latar utama panggung berupa rumah tradisional Puerto Rico atau casita. Elemen ini tidak hanya menambah keindahan estetika, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang identitas dan akar budaya. Casita menjadi simbol dari kehidupan sehari-hari dan warisan budaya yang ingin diangkat oleh Bad Bunny dalam penampilannya.
Kehadiran Bintang Tamu yang Meriahkan
Pertunjukan ini turut dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah bintang tamu ternama, yang menambah kemegahan acara. Beberapa di antaranya termasuk:
- Lady Gaga
- Ricky Martin
- Pedro Pascal dengan penampilan singkat
- Cardi B
- Karol G
- Jessica Alba yang terlihat menari di beranda casita
Kolaborasi ini menunjukkan dukungan dari berbagai artis internasional terhadap pesan yang dibawa oleh Bad Bunny.
Pencapaian Sejarah dalam Bahasa
Bad Bunny, yang pada tahun 2025 tercatat sebagai artis dengan jumlah pemutaran lagu terbanyak di dunia versi Spotify, juga mencatat sejarah penting. Ia menjadi musisi pertama yang sepenuhnya tampil menggunakan bahasa Spanyol di panggung Super Bowl. Pencapaian ini tidak hanya menandai keberhasilan pribadinya, tetapi juga membuka jalan bagi representasi budaya Latin yang lebih luas dalam industri hiburan global.
Dengan demikian, penampilan Bad Bunny di Super Bowl Halftime Show tidak sekadar hiburan, melainkan sebuah pernyataan budaya yang kuat, mengangkat kebanggaan Puerto Rico dan mendorong persatuan di Amerika.