J-Hope, anggota grup musik legendaris BTS, membagikan kabar duka yang menyentuh hati para penggemar saat konser di Tokyo Dome, Jepang, pada 17 April 2026. Dalam momen yang penuh emosi, ia mengungkapkan bahwa nenek dari pihak ibu yang selama ini membesarkannya telah meninggal dunia tak lama setelah kedatangannya di Jepang.
Momen Emosional di Tengah Konser
Momen emosional itu disampaikan langsung oleh J-Hope di hadapan ribuan penggemar BTS yang memadati Tokyo Dome. Konser yang seharusnya berlangsung meriah dan penuh sukacita tiba-tiba berubah menjadi suasana haru dan dukacita. J-Hope tampak berusaha kuat untuk tetap profesional, namun getar suaranya mengungkapkan kesedihan yang mendalam.
Pernyataan J-Hope yang Menggugah
"Sejujurnya ini mungkin hal yang cukup berat untuk dibagikan, tapi saya ingin menyampaikan apa yang saya rasakan hari ini," ujar J-Hope, seperti dikutip pada Senin (20/4/2026). Ia melanjutkan dengan menjelaskan betapa terpukul dan syoknya ia menerima kabar tersebut, terutama karena neneknya adalah sosok yang sangat berarti dalam hidupnya. Nenek dari pihak ibu ini dikenal sebagai figur yang membesarkan J-Hope dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan.
Dukungan dari Penggemar dan Rekan
Penggemar BTS, yang dikenal sebagai ARMY, langsung memberikan dukungan dan simpati melalui media sosial dan selama konser. Banyak yang mengungkapkan rasa sedih dan kekaguman atas keberanian J-Hope membagikan kabar pribadi di tengah penampilannya. Selain itu, rekan-rekan anggota BTS juga diduga memberikan dukungan moral di balik panggung, menunjukkan solidaritas yang kuat dalam grup tersebut.
Konser di Tokyo Dome ini merupakan bagian dari tur dunia BTS yang telah dinantikan banyak penggemar. Meskipun diwarnai kabar duka, penampilan J-Hope dan BTS tetap berjalan dengan penuh dedikasi, mencerminkan profesionalisme tinggi para anggota. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa di balik gemerlap panggung, para selebritas juga menghadapi tantangan dan kesedihan dalam kehidupan pribadi mereka.



