Pemutaran Perdana Scream 7 di Los Angeles Diwarnai Aksi Boikot untuk Palestina
Acara pemutaran perdana film horor Scream 7 di studio Paramount, Los Angeles, pada Rabu (25/2/2026) malam waktu setempat, tidak berjalan mulus. Suasana glamor khas Hollywood terganggu oleh aksi unjuk rasa yang menyerukan boikot terhadap film tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.
Demonstrasi di Lokasi Acara
Melansir laporan dari Variety pada Kamis (26/2/2026), sekitar 25 demonstran berkumpul di sekitar lokasi acara. Mereka membawa berbagai perlengkapan protes, termasuk bendera, drum, dan pengeras suara, untuk menyuarakan pesan mereka dengan lantang. Aksi ini menciptakan keributan yang kontras dengan atmosfer seremonial pemutaran perdana film tersebut.
Demonstran tersebut secara aktif mengajak para tamu dan penonton untuk memboikot Scream 7, menekankan bahwa dukungan bagi Palestina adalah alasan utama di balik gerakan mereka. Suara drum dan teriakan dari pengeras suara menggema di area studio, menarik perhatian media dan publik yang hadir.
Dampak dan Reaksi
Insiden ini menyoroti bagaimana isu-isu global, seperti konflik di Palestina, dapat memengaruhi industri hiburan di Amerika Serikat. Aksi boikot semacam ini semakin umum terjadi dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kekuatan aktivisme dalam menyuarakan keprihatinan politik melalui budaya pop.
Meskipun aksi unjuk rasa berlangsung, pemutaran perdana Scream 7 tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Namun, kehadiran demonstran telah menciptakan pembicaraan hangat di kalangan penggemar dan kritikus film, dengan banyak yang mempertanyakan dampak jangka panjang dari protes semacam ini terhadap kesuksesan box office.
Studio Paramount belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi demonstrasi tersebut. Namun, insiden ini mengingatkan bahwa acara-acara hiburan besar tidak lepas dari pengaruh isu-isu sosial dan politik yang lebih luas, menjadikannya panggung bagi berbagai suara untuk didengar.