Mendikbudristek Dorong Penguatan Ekosistem Regulasi Perfilman Nasional
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendorong penguatan ekosistem regulasi perfilman nasional. Langkah ini bertujuan untuk mendukung industri kreatif dan meningkatkan daya saing global film Indonesia di pasar internasional.
Fokus pada Regulasi yang Mendukung Kreativitas
Dalam pernyataannya, Nadiem menekankan pentingnya regulasi yang tidak hanya mengatur, tetapi juga memfasilitasi pertumbuhan dan inovasi dalam industri perfilman. Ia menyatakan bahwa ekosistem regulasi yang kuat dapat menjadi pondasi untuk mengembangkan bakat lokal dan menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi.
"Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung para sineas dan pelaku industri film," ujar Nadiem. "Regulasi yang baik harus mampu merespons dinamika industri dan kebutuhan kreatif."
Dampak pada Industri Kreatif dan Ekonomi
Penguatan ekosistem regulasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:
- Meningkatkan produksi film nasional dengan kualitas yang lebih baik.
- Memperluas akses pasar internasional bagi film Indonesia.
- Mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di sektor kreatif.
- Memperkuat identitas budaya melalui konten film yang beragam.
Nadiem juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan nasional. Ia mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk produser, sutradara, dan asosiasi perfilman, untuk berkolaborasi dalam menyusun regulasi yang efektif.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun ada optimisme, Nadiem mengakui bahwa masih ada tantangan dalam implementasi, seperti koordinasi antarlembaga dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Namun, ia yakin bahwa dengan komitmen bersama, ekosistem regulasi perfilman nasional dapat diperkuat untuk mendukung visi Indonesia sebagai pusat kreatif di kawasan.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kerangka hukum, tetapi juga meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap film lokal dan kontribusinya pada pembangunan sosial dan ekonomi.
