Film biopik Michael Jackson yang berjudul Michael berhasil mencatatkan prestasi gemilang di box office global. Pada pekan perdana penayangannya, film ini meraup pendapatan sebesar Rp 3,74 triliun. Namun, di balik kesuksesan tersebut, terdapat tantangan besar yang dihadapi oleh sutradara Antoine Fuqua.
Biaya Syuting Ulang yang Fantastis
Melansir Deadline, Senin (27/4/2026), Fuqua mengungkapkan bahwa tim produksi harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 861 miliar. Biaya tersebut digunakan untuk melakukan syuting ulang selama 20 hari. Keputusan ini diambil setelah draf awal film menyertakan karakter Jordan Chandler, salah satu pihak yang pernah menuduh Michael Jackson dalam kasus pelecehan di masa lalu.
Alasan di Balik Syuting Ulang
Fuqua menjelaskan bahwa langkah syuting ulang diambil untuk menjaga integritas hukum dan menghindari potensi masalah legal. Kehadiran karakter Jordan Chandler dalam draf awal dianggap dapat menimbulkan kontroversi dan tuntutan hukum. Oleh karena itu, tim produksi memutuskan untuk melakukan perubahan signifikan pada naskah dan merekam ulang adegan-adegan tertentu.
- Biaya syuting ulang mencapai Rp 861 miliar.
- Proses syuting ulang berlangsung selama 20 hari.
- Karakter Jordan Chandler dihapus dari draf akhir film.
Pencapaian Box Office Global
Meskipun menghadapi tantangan produksi yang besar, film Michael tetap sukses di pasaran. Pendapatan Rp 3,74 triliun di pekan pertama menunjukkan antusiasme penonton terhadap biopik legenda musik pop tersebut. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop di seluruh dunia dengan durasi yang telah disesuaikan.
Dengan segala upaya yang dilakukan, Antoine Fuqua berharap film ini dapat memberikan gambaran yang akurat dan menghormati warisan Michael Jackson tanpa menimbulkan polemik hukum.



